Tanggul Sungai Ciliwung Dibangun Bertahap, Totalnya 33,69 Kilometer

2026-01-12 11:36:01
Tanggul Sungai Ciliwung Dibangun Bertahap, Totalnya 33,69 Kilometer
JAKARTA, - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat pengendalian banjir di wilayah Jabodetabek dengan membangun sistem tanggul Sungai Ciliwung secara bertahap.Upaya ini melanjutkan rencana pengendalian banjir yang telah disusun sejak masterplan tahun 1973 dan diperbarui sesuai kebutuhan kawasan perkotaan Jakarta.Menurut Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, pembangunan tanggul Ciliwung merupakan infrastruktur strategis yang harus dipercepat untuk mengurangi risiko banjir di pemukiman padat.“Pengendalian banjir membutuhkan sistem yang bekerja menyeluruh. Pembangunan tanggul Ciliwung menjadi prioritas agar masyarakat di sepanjang sungai mendapatkan perlindungan yang lebih baik,” terang Dody dikutip rilis, Selasa .Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung–Cisadane David Partonggo Oloan Marpaung menjelaskan, pembangunan tanggul dilakukan di beberapa ruas prioritas yang memiliki risiko luapan tertinggi.Baca juga: Normalisasi Sungai Ciliwung Kurang 16 Kilometer, Butuh Rp 1,2 Triliun“Panjang keseluruhan tanggul yang akan dikerjakan mencapai sekitar 33,69 kilometer, dengan rincian 17,14 kilometer sudah terbangun dalam periode 2013–2024 dan 200 meter akan diselesaikan melalui pekerjaan lanjutan pada tahun 2025,” terang David.Selain capaian tersebut, BBWS Ciliwung-Cisadane juga menyiapkan paket pekerjaan tanggul baru yang akan dilaksanakan pada periode 2026–2029.Ini mencakup beberapa kelurahan prioritas seperti Manggarai, Kampung Melayu, Bidaracina, Kebon Baru, Pengadegan, Rawajati, Pejaten Timur, hingga Tanjung Barat.Total panjang tanggul yang masuk dalam rencana konstruksi lanjutan mencapai 16,55 kilometer sesuai tabel perencanaan yang telah disusun.“Ruas-ruas ini berada di zona kritis yang selama ini sering terdampak luapan. Dengan pembangunan tanggul permanen, risiko genangan dapat ditekan secara signifikan,” tambah David.Pengendalian banjir Sungai Ciliwung tidak hanya mengandalkan infrastruktur fisik, tetapi juga sistem monitoring modern.BBWS Ciliwung-Cisadane saat ini mengoperasikan Command Center Pengendalian Banjir yang dilengkapi CCTV pemantau sungai, dan Early Warning System yang digunakan untuk kesiapsiagaan jika terjadi banjir.Baca juga: Pembebasan Lahan Normalisasi Sungai Ciliwung Telan Anggaran Rp 232 Miliar“Melalui sistem peringatan dini, kami dapat memproyeksikan potensi banjir, durasi genangan, hingga wilayah terdampak. Informasi ini menjadi dasar pengambilan keputusan saat terjadi peningkatan debit di Ciliwung,” lanjutnya.Dengan percepatan pembangunan tanggul Ciliwung dan penguatan sistem monitoring banjir, Kementerian PU memastikan upaya pengendalian banjir di Jabodetabek dapat berjalan lebih efektif, adaptif, dan memberikan perlindungan yang lebih kuat bagi masyarakat.


(prf/ega)