Info Kepadatan di Tol Arah Jakarta Pagi Ini

2026-02-01 17:09:51
Info Kepadatan di Tol Arah Jakarta Pagi Ini
Lalu lintas di sejumlah ruas tol arah Jakarta pagi ini mengalami kepadatan di sejumlah titik. Kepadatan itu akibat tingginya volume kendaraan."Tol Jagorawi Cililitan KM 02 - Cawang KM 00 padat, kepadatan volume lalin arah Tebet," kata Jasa Marga, melalui akun X resminya, @PTJasamarga, Rabu (3/12/2025).Sementara itu kepadatan lalin juga terjadi di Tol Japek arah Jakarta pagi ini. Kepadatan tersebut akibat tingginya volume kendaraan."Tol Japek Halim KM 01 arah Cawang padat, kepadatan volume lalin," kata Jasa Marga.Sementara itu kepadatan juga terjadi di Tol Janger pagi ini. Kepadatan tersebut akibat tingginya volume kendaraan di sejumlah titik."Tol Janger Karang Tengah KM 12 - Kunciran KM 14 padat, kepadatan volume lalin. Karawaci KM 23 - Bitung KM 25+100 padat, ada pekerjaan perbaikan jalan di lajur 2/tengah," katanya.Selain itu kepadatan lalin juga terjadi di Tangerang KM 17 - Kunciran KM 16 akibat adanya kepadatan volume lalin di lajur pemisah arah GT Kunciran 5. Titik kepadatan lainnya terjadi di Kunciran KM 15 - Karang Tengah KM 10+800 dan di Karang Tengah KM 09 - Kedoya KM 04 akibat kepadatan volume lalin.Adapun lalin di Tol Dalam Kota juga mengalami kepadatan pagi ini. Salah satu titik kepadatan terjadi di Cawang KM 00 - Tebet KM 02 akibat kepadatan volume lalin.Simak juga Video: Lalin Jalan Sudirman-Gatsu Macet Usai Hujan Deras[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-02-01 15:31