Pengajuan Kredit Mobil Banyak Tersendat di Tahun Ini

2026-01-12 16:09:28
Pengajuan Kredit Mobil Banyak Tersendat di Tahun Ini
JAKARTA,  - Membeli mobil dengan skema kredit merupakan pilihan mayoritas masyarakat Indonesia karena cicilan dinilai lebih ringan dan mudah disesuaikan dengan kemampuan finansial.Namun sepanjang 2025, proses pengajuan kredit dirasakan semakin sulit. Lembaga pembiayaan kian memperketat analisis sebelum memberikan persetujuan.Menurut Dimas Ario Bhimantoro, Branch Manager Toyota Astra Finance, pengetatan ini tidak lepas dari kondisi ekonomi yang masih penuh ketidakpastian.Baca juga: VP Sekretaris SKK Migas Meninggal Dunia, Tabrak Bus Listrik“Semakin ketat, karena kondisi dalam dan luar negeri yang tidak menentu sehingga pertimbangan pemberian kredit semakin selektif,” ujar Dimas kepada Kompas.com, Selasa .Ia mengatakan ketidakpastian ekonomi membuat perusahaan pembiayaan lebih waspada dalam menilai risiko.“Kami harus menjaga kualitas portofolio kredit, jadi analisisnya memang dibuat lebih detail dan mendalam,” kata dia.SHUTTERSTOCK/R PHOTOGRAPHY BACKGROUND Ilustrasi kredit kendaraan bermotor, kredit mobil.Selain memeriksa riwayat pembayaran melalui Pefindo atau SLIK, lembaga pembiayaan juga menilai kapasitas finansial calon debitur secara lebih komprehensif, termasuk beban utang yang sudah ada dan kemampuan membayar cicilan baru.Pengetatan ini membuat tingkat approval kredit cenderung menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut ikut berdampak pada pasar mobil, terutama segmen pembeli yang sangat mengandalkan skema kredit.Dimas menambahkan, kebijakan selektif ini merupakan langkah mitigasi risiko agar kualitas kredit tetap terjaga. Dengan ketidakpastian ekonomi global maupun domestik yang belum mereda, penyaluran kredit harus dilakukan secara lebih terukur.Baca juga: Bahas Desain Boxy Honda Step WGN, Dibuat Tak Lekang ZamanMeski begitu, ia memastikan lembaga pembiayaan tetap membuka peluang bagi calon debitur yang memenuhi kriteria. Stabilitas pendapatan, riwayat pembayaran yang baik, dan kemampuan finansial yang proporsional tetap menjadi faktor utama agar pengajuan kredit dapat disetujui.


(prf/ega)