5 Kebiasaan Belanja yang Dihindari Orang Kaya

2026-02-02 20:03:52
5 Kebiasaan Belanja yang Dihindari Orang Kaya
- Perbedaan antara mereka yang mampu membangun kekayaan jangka panjang dan mereka yang bertahan di kelas menengah kerap ditentukan oleh keputusan-keputusan finansial yang konsisten. Banyak orang fokus mengejar pendapatan lebih tinggi, tetapi mereka yang membangun kekayaan memahami bahwa apa yang tidak dibeli sama pentingnya dengan apa yang dihasilkan.Orang kaya mandiri tidak selalu memiliki penghasilan jauh lebih besar, terutama pada fase awal karier. Pembeda utamanya adalah kemampuan mengenali jebakan finansial yang kerap tersembunyi dalam pengeluaran sehari-hari.Baca juga: 10 Hal yang Dihindari Orang Kaya dalam Membangun KekayaanPemahaman terhadap opportunity cost menjadi kunci. Setiap uang yang dibelanjakan untuk barang yang nilainya terus menyusut berarti menghilangkan peluang dana tersebut berkembang melalui investasi.Dikutip dari New Trader U, Kamis , berikut lima hal yang dihindari oleh orang yang memahami cara membangun kekayaan.Mobil baru mengalami penurunan nilai signifikan sejak pertama kali keluar dari dealer. Depresiasi pada tahun pertama umumnya mencapai 20–30 persen. Dalam tiga tahun, banyak kendaraan kehilangan hampir separuh nilai awalnya.Kondisi ini membuat pembelian mobil baru menjadi salah satu pengeluaran yang paling cepat menggerus kekayaan.Karena itu, mereka yang paham cara membangun kekayaan cenderung memilih mobil bekas yang masih andal dan berusia dua hingga tiga tahun, saat penurunan nilai terbesar sudah terjadi.Baca juga: Pramono: Gini Ratio Sulit Turun, Orang Kaya di Jakarta Banyak BangetMereka juga mempertahankan kendaraan lebih lama, bahkan hingga 10 tahun atau lebih, dibandingkan mengganti mobil setiap beberapa tahun. Selisih dana dari keputusan tersebut dialihkan ke instrumen investasi.Sebagai gambaran, pekerja kelas menengah yang membeli mobil baru seharga 35.000 dollar AS setiap lima tahun dapat menghabiskan ratusan ribu dollar AS sepanjang hidupnya.Sementara itu, pembelian mobil bekas dan penggunaan jangka panjang hanya memerlukan sekitar sepertiga dari jumlah tersebut dengan fungsi transportasi yang setara.Saldo kartu kredit dengan bunga di atas 20 persen menjadi salah satu faktor yang paling menghambat untuk menjadi kaya. Setiap pembayaran bunga mengurangi dana yang seharusnya bisa berkembang dalam investasi.Secara historis, pasar saham memberikan imbal hasil sekitar 7–10 persen per tahun. Sebaliknya, bunga kartu kredit menggerus lebih dari 20 persen per tahun, sehingga menciptakan kondisi yang merugikan secara finansial.Orang yang paham keuangan memperlakukan utang berbunga tinggi sebagai kondisi darurat. Mereka berupaya melunasi saldo kartu kredit secepat mungkin dan menghindari pembiayaan gaya hidup yang tidak menghasilkan pendapatan.Baca juga: Rahasia Orang Kaya: 10 Kebiasaan yang Tidak Dilakukan Lagi Setelah MapanUtang masih dapat digunakan secara selektif, seperti kredit properti yang nilainya meningkat atau pinjaman usaha berbunga rendah. Namun, penggunaan kartu kredit untuk liburan, konsumsi, atau barang nonproduktif dihindari.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-02 18:43