Bahaya Karbon Monoksida, Gas yang Tewaskan 22 Orang dalam Kebakaran Terra Drone

2026-02-05 04:39:16
Bahaya Karbon Monoksida, Gas yang Tewaskan 22 Orang dalam Kebakaran Terra Drone
— Peristiwa kebakaran maut di gedung PT Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 9 Desember lalu menyisakan duka mendalam.Dikutip Kompas.com, polisi memastikan 22 korban kebakaran PT Terra Drone Indonesia meninggal karena terpapar karbon monoksida (CO) sehingga memicu kekurangan oksigen.Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, dari pemeriksaan laboratorium pada darah 22 korban meninggal ditemukan adanya kandungan karbon monoksida."Sehingga sebab mati (meninggal dunia) disebabkan adanya karbon monoksida dalam darah, yang menyebabkan kekurangan oksigen atau asfiksia," ujar Susatyo dalam konferensi pers di Kantor Polres Metro Jakarta Pusat, Jumat .Gas beracun ini melumpuhkan sistem pernapasan korban saat api melalap gedung perusahaan teknologi drone tersebut di jam istirahat siang.Baca juga: 22 Korban Kebakaran Terra Drone Tewas karena Keracunan Karbon MonoksidaDiketahui, karbon monoksida merupakan gas tak berwarna, tak berbau, dan beracun yang dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna bahan bakar fosil (bensin, kayu, arang, gas alam).Dokter spesialis paru RSUP Dr. Sardjito sekaligus dosen FK-KMK UGM, dr. Ika Trisnawati, MSc, SpPD, K.P., menjelaskan bahwa senyawa karbon monoksida bekerja merusak organ secara langsung.Ika menjelaskan, sifat gas ini menjadi jauh lebih mematikan ketika kebakaran terjadi di ruang tertutup.Dalam kondisi tersebut, gas tidak dapat berdilusi atau memudar, melainkan terkonsentrasi di dalam ruangan.“Kalau dalam satu ruangan tertutup itu cuma berputar-putar di situ saja sehingga yang terhirup tentu saja konsentrasinya lebih besar dengan yang di udara terbuka,” ujar Ika, dikutip laman resmi UGM, Senin .Ika memaparkan bahwa paparan konsentrasi tinggi tersebut mengganggu sel-sel hingga menyebabkan kerusakan organ vital.Jika korban terlambat mendapatkan pertolongan, kerusakan permanen pada otak sering kali tidak dapat dihindari.Kecepatan evakuasi ke ruang terbuka dengan udara bersih menjadi satu-satunya cara untuk memutus paparan racun sebelum kesadaran korban hilang sepenuhnya.“Tujuannya memberikan oksigen sebanyak mungkin. Semakin cepat ditolong akan lebih baik. Semakin lambat, semakin sudah tidak bisa. Jadi, sudah terjadi kerusakan organ terutama otak,” paparnya.Untuk meminimalisir risiko kematian, Ika menyarankan penggunaan alat penutup pernapasan darurat saat proses evakuasi.Baca juga: Manajemen Terra Drone Langgar Keselamatan Gedung: Tak Ada Pintu Darurat-Jalur EvakuasiPenggunaan kain basah dianggap lebih efektif untuk menyaring partikel beracun dibandingkan hanya menutup hidung dengan tangan kosong.Langkah ini krusial untuk mencegah gas CO langsung masuk ke paru-paru dan merusak sistem biokimia darah.“Kalau terjadi kebakaran, segera evakuasi. Kalau bisa cari kain untuk menutup hidung dan mulut. Lebih baik dibasahkan, itu lumayan untuk menyaring karbon monoksida walaupun tidak 100 persen. Kalau tidak ada, tutup dengan tangan,” terangnya.Ika menyimpulkan bahwa pengenalan bahaya gas karbon monoksida dan penyediaan ventilasi yang baik serta detektor gas merupakan langkah mitigasi yang harus menjadi kebiasaan baru masyarakat untuk mencegah tragedi serupa terulang.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-05 03:02