Gunung Semeru Erupsi, Akses Jalan Malang ke Lumajang Ditutup Sementara

2026-02-03 04:11:55
Gunung Semeru Erupsi, Akses Jalan Malang ke Lumajang Ditutup Sementara
Polisi menerapkan rekayasa lalu lintas imbas Gunung Semeru erupsi hari ini. Akses jalan dari Kabupaten Malang menuju Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ditutup sementara malam ini."Untuk dari (arah) Lumajang sudah ditutup sementara dari polsek setempat dan dari sisi Kabupaten Malang sudah kami informasikan untuk mengikuti ditutup sementara sampai kondisi aman," kata Kasat Lantas Polres Malang AKBP Muhammad Alif Chelvin Arliska dilansir Antara, Rabu .Chelvin mengatakan akses jalan Ampelgading juga telah ditutup. Polisi mengimbau pengendara dari arah Malang yang akan menuju Lumajang menggunakan jalur alternatif. Dia menyebutkan penutupan jalan itu akan bersifat situasional menunggu kondisi terkini dari Gunung Erupsi."Jalurnya Malang-Pasuruan-Probolinggo," tambahnya.Saat ini personel lalu lintas Polres Malang telah disiagakan di titik strategis untuk melakukan penyekatan sekaligus memberikan informasi kepada setiap pengguna jalan yang akan melintas di rute Malang-Lumajang melalui Ampelgading.Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinanjar menambahkan penutupan jalur penghubung antardaerah itu untuk menjamin keselamatan masyarakat di tengah kondisi erupsi Gunung Semeru."Situasi vulkanik masih fluktuatif sehingga jalur langsung ke Lumajang tidak aman dilalui. Kami meminta masyarakat memahami dan mengikuti arahan petugas," ucapnya.Seperti diketahui, Gunung Semeru kembali mengalami erupsi hari ini. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu meluncurkan awan panas sejauh 5,5 km.Dilansir detikJatim, awan panas sejauh 5,5 kilometer itu meluncur dari kawah hingga ke kawasan Besuk Kobokan.Kolom abu terpantau berwarna kelabu pekat dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat laut hingga utara. Erupsi juga terekam alat seismograf Pos Pengamatan Gunung Semeru dengan amplitudo maksimum 40 mm dengan durasi 16 menit 40 detik.Gunung Semeru saat ini telah berstatus awas. Jalur pendakian di gunung tersebut juga telah ditutup sementara.Lihat juga Video: Gunung Semeru Erupsi, 178 Pendaki Terjebak di Ranu Kumbolo[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Namun, mengingat harga merupakan aspek yang sensitif bagi beberapa pasar berkembang, seperti Indonesia maupun India, vendor ponsel kabarnya bakal menggunakan strategi lain, selain kenaikan harga.Menurut bocoran yang dibagikan di blog Naver Korea Selatan, vendor ponsel kemungkinan memangkas RAM HP. Karena itu, beberapa ponsel dengan RAM 16 GB kemungkinan menjadi produk yang cukup langka.Sebaliknya, ponsel dengan RAM 4 GB justru akan lebih mendominasi ketimbang saat ini. Bocoran itu juga menyebutkan bahwa ponsel dengan RAM 12 GB bisa dipangkas hingga 40 persen, hingga menjadi 6 GB atau 8 GB. Sementara model yang biasanya dibekali RAM 8 GB, dipotong hingga 50 persen menjadi 4 GB atau 6 GB.Sayangnya, walaupun konfigurasi RAM beberapa ponsel tahun depan dipangkas, harganya tetap lebih mahal dibanding model sebelumnya, dilansir Gizmochina.Adapun kenaikan harga HP terjadi sebagian besar karena meningkatnya pemintaan memori di berbagai industri termasuk untuk data center kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga menimbulkan kelangkaan pasokan.Hal tersebut juga diamini oleh Xiaomi, hingga menyatakan bahwa harga produknya tahun depan meningkat.Baca juga: Ini Sebab Harga Memori RAM di Indonesia NaikXiaomi sudah mengumumkan rencana kenaikkan harga smartphone baru mulai tahun depan. Pengumuman ini disampaikan oleh Presiden Xiaomi, Lu Weibing dalam konferensi pers terkait laporan pendapatan perusahaan pada November 2025 lalu.Ia mengataka bahwa keputusan ini diambil karena semakin mahalnya harga chip memori, akibat melonjaknya permintaan untuk server kecerdasan buatan (AI).Tingginya permintaan chip memori untuk server juga membuat perusahaan seperti Samsung, memangkas produksi chip memori termasuk untuk ponsel, dan mengalihkannya ke memori bandwidth tinggi (high bandwidth memory).Xiaomi Redmi Note 15 Pro 5G.

| 2026-02-03 03:57