Kampus yang Ikut ke Mana Kamu Pergi: Saat Mimpi dari Pelosok Mulai Menyala

2026-01-14 23:52:55
Kampus yang Ikut ke Mana Kamu Pergi: Saat Mimpi dari Pelosok Mulai Menyala
Jakarta Ada masa di mana mimpi untuk sekolah terasa kayak mimpi di siang bolong. Anak-anak harus jalan puluhan kilometer cuma buat duduk di bangku sekolah. Ada yang belajar di ruang seadanya, kadang tanpa listrik, tapi matanya masih menyala untuk sebuah harapan. Kisah kayak Denias atau Laskar Pelangi mungkin dulu kita pikir cuma ada di film. Padahal di luar sana, masih banyak “Denias” dan “Ikal” lain yang beneran hidup berjuang supaya mimpi mereka nggak berhenti di tengah jalan.Ketika Mimpi Harus Berhenti di Tengah JalanBuat banyak anak muda di pelosok, tamat SMA sering berarti tamat juga kesempatan kuliah. Bukan karena nggak mau belajar, tapi karena jarak dan biaya terasa kayak tembok tinggi yang nggak bisa ditembus. Di kota, kuliah jadi hal biasa. Tapi di desa, kadang cuma jadi cerita. Data masih bilang, cuma tiga dari sepuluh anak muda Indonesia yang bisa lanjut ke kampus. Padahal, mereka punya semangat yang sama cuma beda akses aja. Dan kalau sistemnya nggak berubah, potensi mereka bisa hilang sebelum sempat bersinar.AdvertisementTapi Dunia Nggak Diam di TempatTak banyak orang tau kalau sekarang teknologi digital udah bikin batas-batas itu jadi samar. Sekolah nggak harus di gedung tinggi, kuliah nggak harus di kota besar. Belajar bisa dari mana aja dari layar ponsel, dari rumah, bahkan dari warung kecil di pinggir desa. Di saat peluang baru mulai terbuka, banyak yang mulai sadar: mungkin pendidikan memang harus beradaptasi dengan hidup, bukan sebaliknya.Lalu Datang Cara Baru untuk Tetap BelajarBukan semua orang bisa datang ke kampus setiap hari, tapi bukan berarti mereka harus berhenti bermimpi. Dan di titik itu, lahir cara belajar yang nggak lagi mengikat waktu dan tempat sistem yang fleksibel, terbuka, dan bisa ngikutin ritme hidup siapa pun.Salah satu yang udah lama melakukan hal itu adalah Universitas Terbuka (UT) perguruan tinggi negeri digital pertama di Indonesia. Sejak 1984, UT udah jadi pelopor pendidikan jarak jauh yang bisa menjangkau siapa pun, di mana pun. Dari mahasiswa yang kerja di kota besar, sampai guru di daerah 3T, semuanya bisa kuliah dengan ritmenya sendiri.Semua prosesnya dari pendaftaran, kuliah, sampai ujian bisa dilakukan secara daring. Fleksibel, tapi tetap serius soal mutu. Ijazahnya diakui nasional dan internasional, karena UT memang dibangun dengan standar yang sama seperti kampus negeri lainnya hanya beda cara belajar.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Bodinya juga dibuat ringan, hanya 29 gram tanpa strap, dengan rangka aluminium alloy dan satu tombol crown stainless steel untuk navigasi.Honor membekali Watch X5 dengan sertifikasi IP68 + 5ATM, sehingga aman untuk berenang maupun dipakai aktivitas outdoor.Di sektor fitur, Honor Watch X5 membawa sensor lengkap mulai dari PPG heart-rate monitor, SpO2, kompas, gyroscope, barometer, hingga accelerometer.Jam tangan ini mendukung lebih dari 120 mode olahraga, lengkap dengan fitur route recording, panduan stretching, dan voice coaching saat pengguna berlatih.Untuk kesehatan, Watch X5 menyediakan pemantauan detak jantung 24 jam, saturasi oksigen, stres, analisis tidur, hingga pelacakan kesehatan wanita. Semua data dapat dipantau melalui aplikasi Honor Health.Navigasi outdoor makin akurat berkat dukungan GNSS lima sistem (BeiDou, GPS, GLONASS, GALILEO, QZSS). Konektivitasnya didukung Bluetooth 5.3 untuk panggilan telepon, serta NFC yang dapat dipakai untuk akses pintu atau pembayaran offline di wilayah tertentu.Honor Fitur lengkap Honor Watch X5.Daya tahan baterainya juga cukup panjang. Honor mengeklaim Watch X5 bisa bertahan hingga 14 hari dalam pemakaian normal, atau sekitar 5 hari jika fitur Always-On Display aktif. Pengisian daya dilakukan lewat konektor magnetik pogo-pin.Baca juga: Ini Dia Coros Pace 4, Smartwatch Ringan untuk Pelari dengan GPS Lebih AkuratFitur tambahan lainnya mencakup remote camera shutter, pemutar musik, mode Do Not Disturb, hingga mini-games.Honor Watch X5 kompatibel dihubungkan dengan smartphone Android 9.0 ke atas dan iPhone yang menjalankan iOS 13 ke atas.Jam tangan ini tersedia dalam dua warna, yaitu Phantom Black dan Moonlight White dengan tali silikon, seperti dihimpun KompasTekno dari GizmoChina.

| 2026-01-14 22:13