Sejarah Pit Hitam, Asisten Sinterklas yang Sering Memasukkan Anak Nakal dalam Karung

2026-01-16 23:01:52
Sejarah Pit Hitam, Asisten Sinterklas yang Sering Memasukkan Anak Nakal dalam Karung
- Saat Natal tiba, selain sosok Sinterklas, ada pula sosok Pit Hitam yang sering hadir di perayaan-perayaan modern.Zwarte Piet sering disebut Black Pete dalam bahasa Inggris. Sedangkan di Indonesia, tokoh yang dinantikan sekaligus ditakuti anak-anak ini disebut Pit Hitam.Pit Hitam adalah tokoh dalam folklor Belanda yang menjadi pendamping Sinterklas (Saint Nicholas), dilansir dari Ensiklopedia Britania.Ia digambarkan sebagai asisten yang membantu membagikan permen dan hadiah kepada anak-anak yang berkelakuan baik selama perayaan Sinterklas setiap tahunnya.Karakter ini biasanya digambarkan mengenakan kostum warna-warni bergaya Renaissance, dengan wajah yang dicat hitam, rambut keriting, bibir merah, dan anting emas.Baca juga: Ahli Serangga Ungkap Cara Mengusir Semut dari Toples Cookies NatalSejarah karakter ini bermula pada abad ke-19 ketika seorang guru sekolah dari Amsterdam, Jan Schenkman, memperkenalkan sosok pendamping Sinterklas dalam bukunya Sint Nikolaas en zijn Knecht (1850).Dalam buku tersebut, asisten Sinterklas digambarkan sebagai seorang pelayan berkulit gelap yang berasal dari Spanyol, yang kemudian berkembang menjadi karakter Zwarte Piet dalam cerita dan parade Belanda.Asal-usulnya sendiri masih diperdebatkan hingga kini. Ada yang melihatnya sebagai representasi Moor (orang Afrika Utara/Spanyol), sementara yang lain menyebutkan pengaruh tradisi hitam karena jelaga dari cerobong, tempat Sinterklas masuk ke rumah-rumah di malam Natal.Sedangkan dikutip dari Al Jazeera , Pit Hitam kerap dijumpai dalam tradisi menjelang Natal di Belanda ratusan tahun lalu.Pit Hitam diyakini datang dari Spanyol dengan naik kapal uap dan membawa karung berisi mainan.Ketika karungnya kosong, Pit Hitam disebut bakal mengisinya dengan anak-anak nakal yang akan dibawa pulang ke Spanyol.Karena inilah, selain ditunggu, Pit Hitam juga ditakuti.Nama Zwarte Piet kemudian muncul di media cetak untuk pertama kalinya pada 1891 dalam buku anak-anak berjudul Het feest van Sint-Nicolaas atau Pesta Saint Nicholas.Pada era tersebut, Belanda masih terlibat erat dalam perdagangan budak dan baru menghapusnya pada 1863.Sejarawan Lise Koning telah menulis tentang hubungan antara Zwarte Piet dan pertunjukan penyanyi berwajah hitam yang diciptakan di Amerika pada 1800-an.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-16 20:29