CIANJUR, – Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi menyusul berlanjutnya kondisi cuaca ekstrem.Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Asep Sudrajat, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama hujan lebat disertai angin kencang dan petir, yang diperkirakan masih akan terjadi hingga pergantian tahun."Masyarakat diharapkan tetap waspada dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang dapat terjadi kapan saja, terutama saat kondisi cuaca sedang ekstrem," ujar Asep kepada Kompas.com, Senin .Baca juga: Kabut Tebal Selimuti Jalur Puncak Cianjur, Polisi Imbau Pengendara WaspadaAsep menyebutkan, bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi di Cianjur meliputi tanah longsor, pergerakan tanah, banjir, angin puting beliung, dan pohon tumbang.Menurutnya, seluruh wilayah Cianjur memiliki risiko kebencanaan yang cukup tinggi dan berbagai jenis bencana berpotensi terjadi menyusul kondisi cuaca ekstrem saat ini.BPBD Cianjur, lanjut dia, telah menyiagakan seluruh jajarannya beserta 360 Relawan Tanggap Bencana (Retana) yang tersebar di masing-masing desa untuk mengantisipasi ancaman bencana di momen Nataru."Semua elemen juga disiagakan sebagai langkah antisipasi menghadapi ancaman bencana. Potensi-potensi tersebut perlu diantisipasi sejak dini agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materil yang besar," ujar Asep.Baca juga: Pasukan Oren Cianjur Siaga Satu, Sampah Melonjak di Momen NataruKepala Stasiun Geofisika Bandung Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teguh Rahayu, mengemukakan bahwa hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi dalam sepekan ke depan.Cuaca ekstrem tersebut diperkirakan melanda hampir seluruh wilayah Jawa Barat, termasuk Cianjur, hingga 4 Januari 2026.“Berdasarkan prediksi kondisi global, regional, dan model probabilistik, cuaca di Jawa Barat pada sepekan ke depan umumnya cerah berawan hingga berawan pada pagi hari," ujar Ayyu dalam keterangan tertulis, Senin.“Namun, pada siang hingga malam hari, berpotensi terjadi hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang," ucap dia.Baca juga: Jaga Nataru di Cianjur, 1.300 Personel hingga Penembak Runduk DiterjunkanPada momen libur Nataru, Ayyu mengimbau masyarakat serta pemangku kepentingan untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu serta potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem.Ia juga meminta masyarakat memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG guna mengindari informasi hoaks.
(prf/ega)
Cianjur Siaga Bencana Hidrometeorologi, Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem
2026-01-12 05:44:50
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:31
| 2026-01-12 06:01
| 2026-01-12 05:50
| 2026-01-12 04:42










































