Persik Kediri Akhiri Kerjasama dengan Pelatih Ong Kim Swee

2026-01-13 13:25:38
Persik Kediri Akhiri Kerjasama dengan Pelatih Ong Kim Swee
- Manajemen Persik Kediri telah mengakhiri kerjasama dengan pelatih asal Malaysia, Ong Kim Swee, setelah adanya diskusi dan evaluasi pertandingan dilakukan.Manajer Persik Kediri FC M Syahid Nur Ichsan menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil setelah adanya pertemuan antara manajemen dan pelatih."Manajemen Persik Kediri mengucapkan terima kasih kepada coach Ong Kim Swee atas komitmen, dedikasi, dan kerja kerasnya selama menangani tim," kata Syahid di Kediri, pada Kamis .Ia juga menambahkan bahwa kontribusi pelatih selama ini dinilai cukup baik.“Profesionalisme yang ditunjukkan selama ini menjadi catatan positif bagi Persik dan kami menghargai setiap usaha yang telah dilakukan coach Ong Kim Swee untuk perkembangan tim," tambahnya.Sementara itu, Ong Kim Swee juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh suporter, pemain, staf, serta manajemen Persik Kediri.Baca juga: Pelatih Persik Kediri Soroti Kinerja Wasit di Laga Kontra PersijaIa mengaku banyak mendapatkan pengalaman berharga saat menangani tim yang dijuluki Macan Putih ini.Selain itu, dukungan yang pelatih berusia 54 tahun ini terima membuatnya bisa memberikan yang terbaik untuk Persik Kediri."Menangani Persik Kediri merupakan pengalaman berharga bagi saya. Para suporter, tim, dan staf adalah bagian penting yang selalu memberikan dukungan selama saya melatih Persik Kediri," ujar pelatih asal Malaysia tersebut.A post shared by Persik Kediri (@persikfcofficial)Ong juga mendoakan agar Persik Kediri dapat meraih kesuksesan lebih besar di masa depan, dan terus berkembang."Persik Kediri telah menjadi bagian baru dalam hidup saya. Klub ini dan para pemain Persik Kediri memiliki potensi besar. Saya berharap tim ini dapat terus berkembang dan meraih hasil terbaik di kompetisi," kata Ong.Baca juga: Hasil Persija Vs Persik 3-1, Gol Perdana Witan Tutup Remontada Macan KemayoranOng bergabung dengan Persik Kediri sejak awal musim dan selama menjabat, prestasi tim mengalami fluktuasi.Saat ini, Persik berada di peringkat ke-11 klasemen sementara dengan 15 poin.Persik kini tengah menjalani pertandingan melawan Semen Padang di kandang Persik, Stadion Kediri, yang menjadi laga terakhir bagi Ong Kim Swee.Secara total, pelatih berlisensi AFC Pro tersebut menukangi Persik Kediri dalam 13 pertandingan, memenangi 4 laga, seri 3 kali, dan menderita enam kekalahan.Pertandingan terakhirnya adalah kemenangan 2-1 atas Semen Padang pada Kamis .


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-01-13 11:07