Gotong Royong sebagai Nilai Pancasila, Ini Contohnya di Sekolah dan Masyarakat

2026-01-30 22:50:52
Gotong Royong sebagai Nilai Pancasila, Ini Contohnya di Sekolah dan Masyarakat
- Dalam beberapa waktu terakhir, istilah gotong royong menjadi sorotan. Di berbagai daerah, masyarakat saling membantu saat menghadapi kesulitan seperti banjir dan bencana alam lainnya.Warga bekerja bersama membersihkan lingkungan, menyalurkan bantuan, dan mendukung sesama yang terdampak.Situasi ini menunjukkan bahwa gotong royong masih menjadi salah satu cara masyarakat bertahan dan saling menguatkan.Nilai gotong royong tersebut bukan hal baru dalam kehidupan bangsa Indonesia.Nilai ini juga tercermin dalam Pancasila dan menjadi bagian penting dari kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam lingkungan sekolah dan kehidupan sehari-hari pelajar.Baca juga: 5 Nilai yang Terkandung dalam Gotong RoyongNilai gotong royong tercermin dalam sila-sila Pancasila, terutama sila ketiga, Persatuan Indonesia.Melalui gotong royong, masyarakat membangun persatuan dengan mengesampingkan kepentingan pribadi dan mengutamakan kepentingan bersama.Gotong royong juga sejalan dengan sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, karena menuntut sikap saling membantu dan menghargai sesama.Dalam praktiknya, gotong royong mendorong setiap individu untuk berperan aktif dalam kehidupan sosial tanpa memandang latar belakang.Dalam sejarah perumusan Pancasila, gotong royong bahkan pernah disebut sebagai inti dari nilai-nilai kebangsaan Indonesia.Nilai ini menjadi landasan penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang rukun dan saling mendukung.Baca juga: 6 Faktor Penghambat Gotong Royong di MasyarakatDilansir dari Jurnal Pemikiran Sosiologi Volume 2 Universitas Gadjah Mada yang terbit pada 2013, gotong royong sering dipahami sebagai bagian dari modal sosial.Modal sosial merujuk pada hubungan sosial yang terbangun melalui kepercayaan, kerja sama, dan norma bersama.Gotong royong memperkuat hubungan antarindividu karena setiap orang terlibat langsung dalam kegiatan bersama.Ketika masyarakat terbiasa bekerja sama, rasa saling percaya akan tumbuh. Kepercayaan inilah yang memudahkan masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan secara kolektif.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-30 22:09