LA PAZ, - Presiden Bolivia Rodrigo Paz mengumumkan pencabutan subsidi bahan bakar minyak (BBM) usai sebulan setelah dia dilantik pada awal November.Keputusan tersebut menandai berakhirnya harga BBM bersubsidi yang telah berlaku selama 20 tahun di negara Amerika Latin tersebut.Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional pada Rabu , Paz menyatakan bahwa kebijakan tersebut akan diikuti dengan penetapan harga baru untuk produk-produk minyak bumi.Baca juga: Petani Segel Pelabuhan Pakai Traktor, Muak Subsidi Tak Kunjung Cair"Dengan diterbitkannya keputusan ini, harga baru hidrokarbon akan diumumkan," kata Paz, sebagaimana dilansir AFP.Paz merupakan presiden berlatar belakang konservatif pro-bisnis yang terpilih dalam pemilu Oktober lalu.Dia menegaskan, penghapusan subsidi tidak berarti negara melepas tanggung jawab terhadap masyarakat."Menghapus subsidi masa lalu yang dirancang buruk bukan berarti pengabaian, melainkan keteraturan, keadilan, dan redistribusi yang jelas," ujar Paz.Selama ini, pemerintah Bolivia memusatkan impor bensin dan solar dengan membeli bahan bakar tersebut di pasar internasional.Baca juga: Subsidi BBM Dihapus, Ekuador Dilanda Demo dan KerusuhanBolivia lalu menjualnya kembali di dalam negeri dengan harga di bawah biaya.Kebijakan subsidi tersebut disebut menjadi salah satu penyebab utama terkurasnya cadangan devisa dollar AS di Bolivia.Negara Amerika Latin itu kini menghadapi krisis ekonomi terburuk dalam 40 tahun terakhir.Sejak 2023, kelangkaan BBM berulang kali terjadi di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).Antrean kendaraan yang mengular bisa berlangsung selama berjam-jam bahan hingga berhari-hari.Baca juga: Trump Balas Musk, Singgung Subsidi Pemerintah untuk Tesla hingga StarlinkDalam kebijakan barunya, Paz menyatakan bahwa solar akan dikeluarkan dari daftar komoditas yang dikendalikan pemerintah dan dilepas ke mekanisme pasar bebas.Langkah tersebut diambil untuk mempermudah sektor swasta melakukan impor bahan bakar.Paz juga menilai subsidi selama ini kerap disalahgunakan."Subsidi tidak lagi digunakan untuk menyembunyikan penjarahan," kata Paz.Dia optimistis kebijakan ini akan membantu menstabilkan harga energi sekaligus membuka peluang bagi negara untuk memperoleh tambahan sumber pendapatan fiskal.Baca juga: China Beri Subsidi Rp 22,8 Juta ke Warga yang Mau Tukar Mobil Lama ke Baru
(prf/ega)
Baru Dilantik, Presiden Bolivia Langsung Cabut Subidi BBM
2026-01-12 11:33:21
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 11:54
| 2026-01-12 10:49
| 2026-01-12 10:39










































