DAMASKUS, - Militer Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan besar-besaran dengan menargetkan ISIS di Suriah pada Jumat .Operasi militer itu dilakukan sebagai balasan atas serangan ISIS terhadap personel militer AS pekan lalu.Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth mengatakan, serangan di bawah Operasi Hawkeye Strike itu menargetkan militan ISIS, infrastruktur, dan lokasi senjata."Ini bukan awal dari perang, ini adalah deklarasi pembalasan," kata Hegseth, dikutip dari Reuters, Sabtu . "Hari ini, kami memburu dan membunuh musuh-musuh kami. Banyak sekali dan kami akan terus melakukannya," tambahnya.Baca juga: Travel Ban Trump Makin Luas, Tambah 6 Negara Baru Termasuk Palestina dan SuriahKomando Pusat AS mengatakan, serangan itu menghantam lebih dari 70 target di seluruh Suriah tengah. Jet tempur Yordania juga turut mendukung operasi tersebut.Seorang pejabat AS mengatakan, serangan itu dilakukan oleh jet F-15 dan A-10 AS, bersama dengan helikopter Apache dan sistem roket HIMARS.Suriah pun mendukung operasi itu dan menegaskan kembali komitmennya untuk memerangi ISIS."ISIS tidak memiliki tempat berlindung yang aman di wilayah Suriah," menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri.Baca juga: Suriah Bunuh Pemimpin Sel ISIS yang Berada di Balik Penyerangan Pasukan ASSebelumnya, dua tentara Angkatan Darat AS dan seorang penerjemah sipil tewas pada Sabtu di kota Palmyra, Suriah tengah.Serangan yang dilakukan satu orang itu menargetkan konvoi pasukan AS dan Suriah sebelum ditembak mati.Tiga tentara AS lainnya juga terluka dalam serangan itu.Merespons serangan terhadap pasukannya, Presiden AS, Donald Trump bersumpah untuk melakukan pembalasan.Baca juga: Ahmed Pahlawan Bondi Beach Jadi Bintang Terkenal di Kampung Halaman SuriahHingga kini, sekitar 1.000 tentara AS masih berada di Suriah.Kementerian Dalam Negeri Suriah menggambarkan pelaku penyerangan sebagai anggota pasukan keamanan Suriah yang dicurigai bersimpati dengan ISIS.Pemerintah Suriah dipimpin oleh mantan pemberontak yang menggulingkan pemimpin Bashar al-Assad tahun lalu, Ahmed Al Sharaa.Suriah telah bekerja sama dengan koalisi pimpinan AS melawan ISIS, mencapai kesepakatan bulan lalu ketika Presiden Ahmed al-Sharaa mengunjungi Gedung Putih.
(prf/ega)
"Operasi Hawkeye Strike", Jet F-15 dan A-10 AS Hancurkan Markas ISIS di Suriah
2026-01-12 07:03:05
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:58
| 2026-01-12 06:47
| 2026-01-12 06:14
| 2026-01-12 06:12
| 2026-01-12 06:05










































