BMKG Pastikan Tak Ada Gempa Susulan di Tarakan, Pasien RS Diimbau Masuk Gedung

2026-01-13 17:31:53
BMKG Pastikan Tak Ada Gempa Susulan di Tarakan, Pasien RS Diimbau Masuk Gedung
TARAKAN, - Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 4,8 mengguncang Kota Tarakan, Kalimantan Utara, pada Rabu sekitar pukul 18.37 WITA.Menurut hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa terletak pada koordinat 3.33° LU dan 117.82° BT, tepatnya di laut, pada jarak 24 km tengara Tarakan, dengan kedalaman 10 km.Kepala BMKG Kota Tarakan, Muhammad Sulam Hilmi, memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan hingga saat ini tidak ada gempa susulan yang terdeteksi.Baca juga: Tarakan Diguncang Gempa M 4,8, Dipicu Aktivitas Sesar Tarakan"Berkaitan dengan gempa M 4,8 di Tarakan, kami ingin tegaskan gempa tidak berpotensi tsunami. Kedua, berkaitan dengan gempa susulan, sampai saat ini BMKG belum memonitor adanya gempa susulan," ujar Hilmi dalam keterangan video.Hilmi menjelaskan bahwa secara teori dan karakteristik gempa, kekuatan gempa susulan biasanya lebih kecil dari gempa pertama."Dan sampai saat ini, belum ada teknologi yang bisa memprediksi kapan gempa akan terjadi," tambahnya.Menyusul kejadian tersebut, Hilmi mengimbau masyarakat Tarakan yang sempat keluar rumah saat gempa untuk kembali masuk.Baca juga: 2 Nelayan yang Hilang di Perairan Pantai Amal Baru Tarakan Ditemukan Tewas"Alasannya, sudah satu jam pasca kejadian, tidak terjadi gempa susulan, dan BMKG juga tidak memprediksi adanya gempa susulan. Kepada masyarakat dipersilakan untuk memasuki rumah kembali. Kepada rumah sakit yang mengevakuasi pasiennya, sekarang diperbolehkan untuk masuk kembali ke ruang perawatan," kata Hilmi.Berdasarkan laporan masyarakat, gempa ini dirasakan di Kota Tarakan dengan intensitas IV-V MMI (Modified Mercalli Intensity), serta di Tanjung Selor, Berau, dan Nunukan dengan intensitas III-IV MMI, dan Malinau dengan intensitas III MMI.Getaran gempa dirasakan oleh hampir seluruh penduduk, yang menyebabkan banyak orang terbangun, gerabah pecah, dan barang-barang terpelanting.Beberapa tiang dan barang besar juga tampak bergoyang, sementara bandul lonceng berbunyi.Baca juga: Gempa Bumi Tektonik Magnitudo 4,8 Mengguncang Kota Tarakan Kalimantan UtaraSejumlah video yang menunjukkan dampak gempa langsung beredar di media sosial.Video tersebut memperlihatkan kerusakan di lantai 2 supermarket Ramayana Kota Tarakan, ambruknya plafon di ruang tunggu lantai 2 Bandara Juwata Kota Tarakan, serta robohnya sebuah rumah di Mamburungan.Banyak masyarakat yang berhamburan keluar dari pusat perbelanjaan, dan terlihat kepanikan di antara tenaga medis di RS Jusuf SK Tarakan yang sedang mengevakuasi pasien dari ruang perawatan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-13 17:08