BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Malam Tahun Baru, Kaltim Berstatus Siaga

2026-01-12 18:46:07
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Malam Tahun Baru, Kaltim Berstatus Siaga
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan prediksi cuaca sepanjang periode pergantian tahun 2025- 2026.Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, pada periode 26–29 Desember 2025 terpantau kejadian hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.Dilansir dari laman resminya, hujan dengan intensitas ekstrem tercatat di D.I. Yogyakarta dengan curah hujan mencapai 172,2 mm/hari.Sementara hujan dengan intensitas lebat teramati di Kalimantan Selatan (84,4 mm/hari), Kalimantan Barat (62,9 mm/hari), Sumatera Utara (77,0 mm/hari), Sulawesi Selatan (90,2 mm/hari), serta Bali (85,3 mm/hari).Pada 29 Desember 2025 pukul 01.00 WIB, bibit siklon tropis 96S terpantau mengalami peningkatan intensitas dan berkembang menjadi Siklon Tropis HAYLEY, yang berada di Samudera Hindia selatan Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).Keberadaan sistem ini memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Bali, NTT, dan Nusa Tenggara Barat (NTB), serta  memicu angin kencang di wilayah NTT dan NTB.Selain pengaruh sistem tersebut, kondisi dinamika atmosfer skala regional hingga global juga turut berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian hujan di sebagian wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir.Baca juga: 6 Peralatan Rumah Tangga yang Umurnya Lebih Pendek dari Perkiraan, Bisa Picu Boros ListrikBMKG memprakirakan dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal akan berperan signifikan dalam memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia hingga sepekan ke depan, terutama di periode malam tahun baru.Pada skala global, El Niño–Southern Oscillation (ENSO) terpantau menguat pada fase negatif yang mengindikasikan La Niña lemah.Kondisi ini berpotensi mendukung peningkatan aktivitas konveksi dan pembentukan awan hujan.Sementara itu, pada skala regional, seruakan udara dingin (cold surge) dari Asia menuju wilayah Indonesia diprakirakan akan menguat dalam beberapa hari ke depan.Kombinasi dinamika tersebut berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di sebagian besar wilayah IndonesiaKondisi suhu muka laut yang relatif hangat turut mendukung peningkatan suplai uap air di Pesisir Barat Aceh, Selat Malaka, perairan selatan Kep. Natuna, perairan timur Kalimantan Timur, perairan timur Kalimantan Utara, perairan utara Jawa bagian Barat, Teluk Cendrawasih, dan Samudera Pasifik utara Papua.Selain itu, kombinasi aktivitas MJO, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator terpantau aktif di wilayah Samudra Hindia barat Aceh, Laut Cina Selatan, Laut Natuna, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Bali, NTB, dan NTT, yang berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan di wilayah tersebut.Siklon Tropis HAYLEY terpantau di Samudera Hindia selatan NTT dengan kecepatan angin maksimum 45 knot dan tekanan udara minimum 990 hPa, dengan arah gerak ke Selatan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-12 18:40