Menhan ke Para Jurnalis: Pertahanan Negara Tak Hanya Berada di Tangan TNI

2026-01-13 14:59:13
Menhan ke Para Jurnalis: Pertahanan Negara Tak Hanya Berada di Tangan TNI
KARAWANG, - Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan bahwa pertahanan negara tidak hanya di tangan militer, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama.Oleh karena itu, Kemhan membekali awak media massa tentang prosedur kedaruratan di daerah rawan di Resimen Latihan dan Pertempuran (Menlatpur) Kostrad Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat, mulai 14 Desember hingga 20 Desember 2025.Hal itu disampaikan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah saat membacakan amanat Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.“Pertahanan negara tidak hanya berada di tangan aparat militer, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa, termasuk insan pers,” kata Freddy saat meresmikan kegiatan pembekalan, Senin .“Awak media yang tangguh, terlatih, dan memahami prosedur kedaruratan, secara tidak langsung turut memperkuat ketahanan nasional,” tambah dia.Baca juga: Tinjau Batalyon Teritorial Pembangunan Silampari, Menhan Bicara TNI BertaniDalam hal ini, Freddy menekankan bahwa setiap jurnalis berpotensi menghadapi berbagai risiko dalam menjalankan tugasnya.“Mulai dari potensi bencana alam, konflik sosial, hingga gangguan keamanan sehingga menuntut kesiapsiagaan yang matang baik secara teknis maupun mental,” jelas Freddy.Baca juga: Menhan Ungkap Anomali Bandara Morowali, TNI Bersiap, Kemenhub KlarifikasiDi sisi lain, undang-undang mengamanatkan bahwa keselamatan jurnalis merupakan tanggung jawab bersama, termasuk pemerintah, TNI, dan seluruh pihak terkait.Selama tujuh hari, peserta menerima sejumlah materi yang meliputi isu pertahanan dan kebijakan nasional, peran dan fungsi TNI, serta pola koordinasi di wilayah tugas.Materi juga mencakup dasar-dasar keselamatan, karakteristik daerah rawan, antisipasi bencana, serta respons awal dalam kondisi darurat.Baca juga: Wartawan Kompas TV Lampung Diancam Ditusuk Preman Saat Liputan Kasus Pemerasan LahanSelain itu, peserta akan dibekali pengetahuan praktis seperti pertolongan pertama, prinsip-prinsip dasar survival, navigasi sederhana, serta studi kasus terkait daerah konflik.“Melalui pembekalan ini, diharapkan awak media memiliki kesiapsiagaan, kemampuan adaptasi, serta profesionalisme yang semakin kuat dalam melaksanakan tugas jurnalistik di daerah rawan,” kata dia.“Sehingga setiap peliputan dapat dilakukan secara aman, efektif, dan tetap menghasilkan informasi yang akurat, berimbang, serta bertanggung jawab, sekaligus memperkuat sinergi antara Kementerian Pertahanan, TNI, dan insan pers Indonesia,” tambah dia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-01-13 14:34