Akses Air Bersih Terbatas, Desa Tumpangkrasak Jateng Bangun PAMDes

2026-01-12 05:11:58
Akses Air Bersih Terbatas, Desa Tumpangkrasak Jateng Bangun PAMDes
JAKARTA, — Akses air bersih masih menjadi tantangan bagi sebagian wilayah padat penduduk di Indonesia. Di Desa Tumpangkrasak, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, persoalan kualitas dan ketersediaan air mendorong hadirnya sistem penyediaan air bersih berbasis energi terbarukan yang mulai dioperasikan pada akhir 2025.Program Penyediaan Air Minum Desa (PAMDes) tersebut diresmikan pada 22 Desember 2025. Inisiatif ini digagas melalui kolaborasi KSB Indonesia dengan Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran Institut Teknologi Bandung (ITB), sebagai bagian dari upaya memperluas akses air bersih berkelanjutan di tingkat desa.Desa Tumpangkrasak dihuni 6.613 jiwa dengan luas wilayah 1,26 kilometer persegi dan kepadatan penduduk mencapai 5.248,41 jiwa per kilometer persegi. Selama ini, warga mengandalkan sumur gali dan sumur bor dangkal yang kualitas airnya terus menurun akibat polusi antropogenik dan dugaan pengaruh limbah industri di sekitar wilayah tersebut.Baca juga: Perluas Akses Air Bersih, PT PP Teken Kontrak Proyek Pengaliran Air Baku Senilai Rp 822,3 MiliarBerdasarkan kajian lapangan, air sumur di desa itu umumnya berwarna kekuningan hingga kecoklatan, berbau besi, berlumpur, dan sedikit berminyak. Pada musim kemarau, debit air juga menyusut drastis sehingga tidak layak untuk dikonsumsi. Uji mikrobiologi bahkan menemukan kontaminasi bakteri patogen seperti Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Salmonella sp., dan Pseudomonas aeruginosa.Menjawab kondisi tersebut, sistem PAMDes dibangun melalui pengeboran sumur dalam hingga kedalaman 80 meter untuk menjangkau akuifer tertekan yang lebih aman. Sistem ini dilengkapi pompa submersible yang didukung panel surya sebagai sumber energi utama, dengan pengaturan yang memungkinkan penggunaan listrik bila diperlukan.Selain itu, dibangun menara air setinggi 10 meter dengan kapasitas tampung 18,8 meter kubik untuk menjaga distribusi air tetap stabil. Jaringan pipa distribusi kemudian disalurkan ke rumah-rumah warga, khususnya di RW 5. Dari rencana penerima manfaat sebanyak 1.136 jiwa, pada 2025 distribusi air telah menjangkau 663 warga di RT 3, RT 4, dan RT 5.Baca juga: KSB Indonesia Ekspansi Pabrik Baru di Cibitung dengan Total Investasi Rp 60 MiliarPengelolaan sistem air bersih ini juga diperkuat melalui pembentukan kelompok pengelola PAMDes yang terintegrasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Warga dan pengelola mendapatkan pelatihan operasional serta perawatan sistem pompa, panel surya, dan kelistrikan.Presiden Direktur KSB Indonesia, Teo Boon Teong, menilai akses air bersih merupakan fondasi penting bagi kualitas hidup masyarakat.“Akses terhadap air bersih merupakan fondasi utama bagi kualitas hidup dan kesehatan masyarakat. Melalui kolaborasi ini, KSB Indonesia berupaya menghadirkan solusi berkelanjutan yang tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga memperkuat kapasitas pengelolaan di tingkat desa serta mendorong pemanfaatan energi terbarukan,” ujar Teo melalui keterangannya, Selasa .


(prf/ega)