Viral Kawanan Gajah Disebut Lewati Jalan Tanah di Kebun Sawit, Kepala TN Tesso Nilo Buka Suara

2026-01-12 04:36:06
Viral Kawanan Gajah Disebut Lewati Jalan Tanah di Kebun Sawit, Kepala TN Tesso Nilo Buka Suara
PEKANBARU, - Sebuah video memperlihatkan kawanan gajah sumatera melewati jalan tanah di dalam perkebunan kelapa sawit.Dalam video itu ditulis bahwa kawanan gajah itu melewati jalan di kebun sawit di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Riau.Rombongan satwa terbesar di muka bumi ini berjumlah 14 ekor. Ada yang dewasa dan ada juga anaknya.Mereka berjalan mengikuti jalan tanah yang dibuat manusia dengan alat berat. Di depannya ada sebuah eskavator yang sedang berhenti.Baca juga: Warga Bongkar Gapura TN Tesso Nilo, Minta Satgas PKH Bersenpi Pergi dari HutanJalan yang mereka lewati mestinya hutan yang penuh dengan makanan, kini telah berganti dengan kebun sawit.Kepala Balai TNTN, Heru Sutmantoro, ketika dikonfirmasi belum bisa memastikan kawanan gajah itu berada di kawasan TNTN."Saya belum konfirmasi ke lapangan. Yang jelas, saya melihat itu video lama. Saya pernah lihat juga sebelumnya. Tapi, saya pastikan lagi, nanti cek lapangan," kata Heru saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa .Kendati demikian, Heru memastikan bahwa jalan yang dilewati itu merupakan jalur gajah."Gajah akan melintasi kembali lintasan yang pernah dilalui karena hewan ini dikenal memiliki daya ingat yang sangat kuat," ucapnya."Ya, yang jelas gajah itu memiliki jalur tradisional untuk melintas dan sebagainya. Karena, itu dulu kawasan hutan, makanya dia melintas ke situ lagi," kata Heru.Baca juga: Cerita Warga di TN Tesso Nilo: Kami Bukan Perambah, Kami KorbanMelihat kondisi ini, Heru menjelaskan bahwa semua pihak harus memberikan ruang bagi kehidupan gajah.Meskipun kawasan itu digarap untuk lahan perkebunan, pihak yang mengelola harus menyisakan hutan itu sebagai koridor atau tempat gajah melintas dan sebagainya."Saya pikir kalau itu perkebunan, harus ada yang namanya koridor jalur untuk mereka (gajah). Jadi, tidak semuanya bisa dijadikan kebun sawit, harus menyisakan wilayah gajah dan ditanami tanaman hutan," ucapnya.'Ini untuk mencegah konflik. Kalau tidak dibuatkan koridor, ya gajah akan ada masalah terus dengan perkebunan, permukiman, perusahaan, dan sebagainya," kata Heru.Untuk diketahui, pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH) menertibkan kawasan hutan yang telah berubah fungsi menjadi lahan perkebunan kelapa sawit di kawasan TNTN.


(prf/ega)