BPOM Ungkap 8 Obat Palsu, Bisa Sebabkan Keracunan, Berikut Daftarnya

2026-01-17 06:45:54
BPOM Ungkap 8 Obat Palsu, Bisa Sebabkan Keracunan, Berikut Daftarnya
- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis 8 produk obat yang rawan dipalsukan dan masih beredar di masyarakat menjelang pergantian Tahun Baru 2026.Kedelapan merek obat palsu tersebut adalah Viagra, Cialis, Ventolin Inhaler, Dermovate, Ponstan, Tramadol Hydrochloride, Hexymer, dan Trihexyphenidyl Hydrochloride.Temuan ini berawal dari hasil pengawasan BPOM di lapangan dan laporan masyarakat."Kami akan meng-update data obat palsu sesuai hasil temuan kami di lapangan. Ke depan, masyarakat dapat memantaunya secara berkala melalui kanal khusus di website BPOM,” urai Kepala BPOM Taruna Ikrar, dikutip dari keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Selasa .Dia menjelaskan, peredaran obat palsu merupakan ancaman yang serius bagi kesehatan masyarakat karena bisa menimbulkan potensi penyakit yang berujung kematian.Lantas, apa saja obat palsu yang ditemukan BPOM?Baca juga: Waspada Obat Palsu, Ini Ciri-ciri Obat Ilegal Menurut BPOMBPOM mendata delapan obat yang rawan dipalsukan. Berikut obat-obatan tersebut:Baca juga: 13 Kosmetik Ilegal untuk Fungsi Vital Pria Ditarik BPOM, Ini Daftarnyaa. Ponstanb. Dermovate SalepBaca juga: BPOM Ungkap 32 Produk Obat Herbal Ilegal, Ada Obat Pegal Linu, Sakit Gigi, dan PelangsingBaca juga: BPOM Izinkan 4 Merek Air Minum Cantumkan Klaim Air Pegunungan, Apa Saja?Obat palsu mengandung komposisi bahan yang tidak tepat. Misalnya, terlalu banyak/sedikit, atau sama sekali tidak mengandung bahan obat (zat aktif).Bahkan, Taruna mengatakan, obat palsu dapat mengandung zat aktif lain yang membahayakan kesehatan.Jika dikonsumsi terus menerus, obat palsu bisa menyebabkan keracuanan, kegagalan pengobatan, resistensi obat, hingga kematian.Pada jenis obat tertentu, penggunaan obat dengan dosis tidak sesuai berpotensi menimbulkan ketergantungan dan mendorong perilaku penggunaan obat yang tidak aman.Di sisi lain, peredaran obat palsu juga dapat meningkatkan biaya medis, seperti perawatan kesehatan karena perlunya pengobatan kembali serta biaya tidak langsung akibat dari hilangnya produktivitas kerja.Menurut BPOM, permasalahan ini akan memicu persoalan ekonomi dan sosial serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap penyedia layanan Kesehatan.Baca juga: BPOM Ungkap 5 Kosmetik Ilegal yang Paling Banyak Dijual di Marketplace


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Meski membawa teknologi kamera baru, rumor menyebut jumlah kamera belakang Xiaomi 17 Ultra justru dipangkas menjadi tiga, dari sebelumnya empat kamera pada Xiaomi 15 Ultra.Selain sensor 200 MP, ponsel ini diperkirakan mengusung kamera utama 50 MP serta kamera ultrawide 50 MP.Xiaomi juga dirumorkan bakal menjadi produsen pertama yang menghadirkan Leica APO zoom camera di ponsel. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan warna lebih akurat, detail lebih tinggi, serta performa makro yang lebih baik, termasuk dalam kondisi cahaya rendah.Di luar sektor kamera, Xiaomi 17 Ultra diperkirakan akan ditenagai chipset tercanggih Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset tersebut bakal dipadukan dengan layar OLED berukuran 6,85 inci yang mendukung resolusi tinggi dan refresh rate tinggi.Baca juga: HP Xiaomi Redmi Note 15 Series Meluncur Global, Ini SpesifikasinyaDari sisi daya, ponsel ini dirumorkan mengusung baterai berkapasitas 7.000 mAh, meningkat dari 6.000 mAh pada generasi sebelumnya, dengan dukungan pengisian cepat hingga 100 watt.Soal desain, Xiaomi 17 Ultra disebut tidak banyak berubah dari pendahulunya. Ponsel ini dikabarkan tetap mengusung layar datar tanpa tepi melengkung, serta dilengkapi pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar untuk menunjang keamanan.Setelah debut di China pada pekan depan, Xiaomi 17 Ultra diyakini akan meluncur ke pasar global pada kuartal pertama atau sekitar bulan Januari-Maret 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Headlines.

| 2026-01-17 04:32