– Polusi udara perkotaan yang kian parah tidak hanya berdampak pada kesehatan pernapasan, tetapi juga mempercepat penuaan seluler. Paparan debu halus dan nitrogen dioksida (NO2) memicu kerusakan sel dari luar dan dalam tubuh secara bersamaan.Salah satu ancaman utama penuaan dari dalam tubuh adalah senescent cells atau yang dikenal sebagai zombie cells. Sel rusak ini menolak mati. Seiring waktu ia menumpuk dan merusak jaringan sehat di sekitarnya.Secara alami, tubuh manusia memproduksi hingga 15 juta zombie cells setiap menit. Akumulasi sel ini memicu peradangan kronis tingkat rendah atau inflammaging, yang tampak pada kulit kusam, hilangnya elastisitas, dan kerutan mendalam.Pendekatan perawatan kulit berbasis topikal dinilai tidak lagi memadai. Untuk itu, diperlukan teknologi regeneratif yang bekerja langsung pada sumber penuaan di tingkat sel.Founder Natasha Skin Clinic Center, dr Fredi Setyawan, mengatakan, untuk mengatasinya, fokus perawatan kulit kini pun perlu pendekatan berbeda.“Perjalanan 31 tahun Natasha adalah cermin dari perjalanan perempuan Indonesia. Jika dulu fokus kita hanya pada 'memperbaiki' masalah yang terlihat, seperti jerawat atau flek, kini tantangannya berbeda,” ujar dr Fredi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa .Baca juga: Bagaimana Cara Mendapatkan Terapi Stem Cell untuk PengobatanMenurut dr Fredi, musuh kasat mata kini adalah polusi mikro dan penuaan selular. Persoalan ini tidak dapat diatasi dengan krim dan laser semata, sehingga dibutuhkan terobosan baru dalam dunia estetika medis.“Kita butuh revolusi. Natasha Plasma VSELs adalah jawaban kami,” kata dia.Teknologi itu, kata dia tidak sekadar perawatan estetika, melainkan untuk memperbaiki sistem regenerasi tubuh dari dalam.“Ini bukan sekadar perawatan, ini adalah upaya mengembalikan 'waktu' dengan memperbaiki mesin regenerasi tubuh itu sendiri. Sebagai 'safe place' bagi pasien, kami memastikan teknologi ini aman, etis, dan terdepan,” imbuhnya.Natasha Plasma VSELs adalah teknologi bio-regenerative berbasis Very Small Embryonic-Like Stem Cells (VSELs). Perawatan ini mengedepankan stem cell regeneration tingkat lanjut melalui stem cell bersifat pluripotent tanpa melibatkan rekayasa genetik.Prosedurnya dilakukan dengan mengambil plasma darah pasien, memprosesnya untuk mengisolasi VSELs, lalu menginfusikannya kembali ke tubuh.Baca juga: Kimia Farma (KAEF) dan RSCM Perluas Layanan Terapi Stem Cell di RSHSVSELs memiliki potensi regenerasi setara sel embrionik untuk menggantikan sel tua dan zombie cells.Profesor Fred Fändrich, pakar stem cell asal Jerman sekaligus Penasihat Ilmiah Natasha, menjelaskan, plasma VSELs lebih efektif dibanding metode stem cell lainnya.“Keunggulan Plasma VSELs adalah terapinya lebih potent dibandingkan metode stem cells lainnya karena bersifat pluripotent,” terang Prof Fred Fändrich.
(prf/ega)
Polusi dan Ancaman “Zombie Cells”, Tantangan Baru Kesehatan Kulit di Perkotaan
2026-01-12 09:47:15
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 09:50
| 2026-01-12 08:22
| 2026-01-12 08:17
| 2026-01-12 07:56










































