Membaca Dinamika PBNU Usai Muncul Permintaan Mundur ke Gus Yahya

2026-01-12 05:22:09
Membaca Dinamika PBNU Usai Muncul Permintaan Mundur ke Gus Yahya
Yahya Cholil Staquf diminta untuk mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum (Ketum) PBNU. Hal tersebut tertuang dalam Risalah Rapat Harian Syuriah PBNU yang sebelumnya sudah ramai beredar. Permintaan pengunduran diri ini dilakukan oleh Rais Aam dan Wakil Rais Aam PBNU. Risalah rapat yang dilakukan pada Kamis (20/11) ini ditandatangani oleh pimpinan rapat sekaligus Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar."Musyawarah antara Rais Aam dan dua Wakil Rais Aam memutuskan: KH Yahya Cholil Staquf harus mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dalam waktu 3 (tiga) hari terhitung sejak diterimanya keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU," tulis poin keputusan dalam risalah tersebut."Jika dalam waktu 3 (tiga) hari tidak mengundurkan diri, Rapat Harian Syuriyah PBNU memutuskan memberhentikan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama," lanjutnya.Di sisi lain, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menanggapi sikap tersebut dengan penolakan. Ia menyebut jika rapat syuriah tidak memiliki hak untuk memberhentikan kepengurusan organisasi. Rapat itu disebut juga punya aturan tersendiri dalam AD/ART."Nah karena memang apabila dikaitkan dengan pemberhentian mandataris maka rapat harian syuriah tidak memiliki legal standing karena rapat harian syuriah tidak berhak, tidak berhak memberhentikan mandataris itu masalahnya," kata Yahya atau biasa dipanggil Gus Yahya dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Pusat, Minggu (23/11/2025).Mengutip detikNews, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengimbau seluruh pengurus NU tetap tenang dan menjaga suasana tetap kondusif di tengah informasi tersebut. Dia menegaskan dinamika di lingkungan pengurus merupakan perkara organisasi biasa."Ini dinamika organisasi yang sedang berjalan. Saya minta semua pengurus dan warga NU tetap tenang, tidak terbawa arus berita yang menyesatkan, dan tidak memperbesar kesalahpahaman," ujar Gus Ipul, dikutip dari detikNews Jumat (21/11).Terbaru, Gus Yahya menegaskan akan menyelesaikan jabatannya sebagai Ketum PBNU sesuai mandat muktamar. Ia akan menjalankan tugasnya sebagai Ketum PBNU hingga masa jabatannya usai."Saya mendapatkan mandat lima tahun dan akan saya jalani lima tahun. Insyaallah saya sanggup. Maka saya sama sekali tidak terbesit pikiran untuk mundur," tegasnya.Bagaimana kabar terbaru soal situasi ini? Ikuti informasi terbarunya dalam detikSore.Beralih ke Jawa tengah, detikSore akan mengulas polemik kembalinya 6 hari bersekolah. Wacana ini dimunculkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng). Pro-kontra muncul meski program enam hari sekolah bagi SMA/SMK masih dalam proses pengkajian.Merangkum detikJateng, sejumlah siswa melihat tidak ada perbedaan antara 5 dan 6 hari sekolah dalam seminggu. Mereka melihat keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Sudah sampai mana tahap pengkajian wacana tersebut? Ikuti diskusinya bersama Redaktur detikJateng selengkapnya.Jelang matahari terbenam nanti, detikSore akan mengulas munculnya kembali kasus stroke di usia muda. Peristiwa yang sedang ramai dibicarakan adalah stroke yang menimpa seorang wanita bernama Delia. Perempuan berusia 20 tahun tersebut tiba-tiba merasa pusing hebat disertai kesulitan berbicara. Tubuhnya masih bisa digerakkan, tetapi terasa sangat lemas.Setelah melakukan sejumlah pemeriksaan serta tes intensif termasuk Transcranial Doppler (TCD), Delia mengalami penyumbatan dan kekakuan pada pembuluh darah di otaknya. Mengutip detikHealth, Delia diduga mengalami stres berat. Lalu benarkah stres dapat menjadi penyebab stroke meski tidak memiliki riwayat genetik terkait tekanan darah tinggi, kolesterol, asam urat, maupun gula darah tinggi? Ikuti diskusinya bersama Redaktur Pelaksana detikHealth.Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Jangan ketinggalan untuk mengikuti analisis pergerakan pasar saham jelang penutupan IHSG di awal acara. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia."Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dalam hitungan tak sampai lima menit, Gemini langsung menyusun kolase dengan komposisi rapi, sentuhan artistik otomatis, dan kualitas gambar yang tetap tajam.Sepengalaman saya, hasil kolase buatan Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual. Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, serta tone warna konsisten dan masih bisa diubah sesuai selera.Hal ini membuat pengguna yang tidak punya kemampuan desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik dan layak dipamerkan.Berikut contoh hasil collage foto konser Raisa yang di-generate langsung dari Gemini 3 Flash Nano Banana:/ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa.9to5google Tampilan Google Gemini 3 Flash. Google rilis Gemini 3 Flash.Menurut saya, hasil kolase yang dibuat Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual.Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, dan tone warna konsisten dan bisa diubah sesuai selera. Ini membuat pengguna yang tidak punya skill desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik.Hasil editan yang rapi ini berkat Gemini 3 Flash yang baru saja dirilis pada pertengahan Desember lalu. Model AI penerus Gemini 2.5 Flash ini disebut memiliki performa nyaris setara Gemini 3 Pro, tetapi dengan kecepatan lebih tinggi dan biaya penggunaan yang lebih murah.Model Gemini berlabel “Flash” dirancang untuk respons cepat. Jadi tak heran, saat men-generate hasil foto collage rekap konser Raisa, pengguna bisa mendapatkan hasilnya dalam hitungan beberapa menit saja. Hasilnya pun tetap rapi.

| 2026-01-12 03:03