JAKARTA, - Kementerian Pertanian (Kementan) tengah memperkuat sektor hortikultura melalui percepatan Proyek Pengembangan Hortikultura di lahan kering atau Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP).Program itu diproyeksikan menjadi penopang utama pemenuhan bahan pangan segar untuk mendukung pelaksanaan Program Prioritas Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026.Komitmen tersebut disampaikan saat penutupan Pertemuan Teknis Nasional HDDAP yang digelar pada 8-11 Desember 2025 di Bali. Pertemuan itu menjadi ajang evaluasi pasca restrukturisasi program di tahun 2025 sekaligus konsolidasi rencana kerja 2026.Baca juga: Bank Mandiri Jawa Barat Salurkan Pembiayaan Rp 194,5 Miliar untuk MBG hingga Kredit PerumahanDirektur Jenderal Hortikultura Kementan, Muhammad Taufiq Ratule, menyampaikan bahwa HDDAP dihadirkan untuk memperkuat stabilitas pasokan dan meningkatkan nilai tambah komoditas hortikultura, terutama dengan memanfaatkan potensi lahan kering Indonesia yang selama ini belum tergarap optimal.“Indonesia mempunyai lahan kering yang lebih besar dan tidak maksimal. Oleh karena itu dengan adanya program ini, bisa lebih memaksimalkan lahan yang ada sesuai dengan kajian teknis yang ada,” ujar Taufiq Ratule lewat keterangan pers, Kamis .HDDAP dirancang untuk mendorong sistem produksi hortikultura lebih efisien, serta berorientasi pada mutu dan ketertelusuran. Program ini mendukung pemenuhan pasokan hortikultura untuk MBG sehingga kebutuhan pangan bagi masyarakat dapat terpenuhi.Saat ini HDDAP telah berjalan di 10.000 hektar lahan pada 13 kabupaten di 7 provinsi. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi, produktivitas, serta daya saing petani di kawasan lahan kering.Lebih jauh, pengembangan HDDAP dilakukan melalui penyusunan Horticulture Cluster Development Plan (HCDP), dokumen strategis yang memetakan kebutuhan budidaya, pasca panen, pemasaran, sarana prasarana, hingga penguatan kelembagaan agribisnis petani. Pendekatan ini juga memperhatikan aspek lingkungan, kesetaraan gender, dan isu sosial.“Fokus tahun ini untuk HDDAP adalah buah-buahan dan secara bertahap disusul dengan komoditas sayuran. Secara administrasi, semuanya sudah disusun tahun ini sehingga tahun depan sudah banyak implementasinya. Saya berharap program ini dikerjakan dengan berhasil,” paparnya.Baca juga: Sebut Bank Himbara Beri Dana Awal MBG, Bos Danantara Ajak Pemda Lebih AktifKementan menyadari pembangunan hortikultura menghadapi tantangan besar seperti perubahan iklim, volatilitas harga, hingga penyusutan lahan pertanian. Karena itu, modernisasi sistem produksi terus didorong melalui penerapan varietas unggul adaptif, mekanisasi, pertanian presisi, digitalisasi, serta penguatan cold chain dari sentra produksi hingga pasar.Hilirisasi dan pengembangan industri pengolahan juga menjadi fokus utama untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk hortikultura di pasar domestik maupun global.
(prf/ega)
Kementan Bidik Proyek Pengembangan Hortikultura di Lahan Kering, Dukung Pelaksanaan MBG
2026-01-12 03:57:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:52
| 2026-01-12 03:17
| 2026-01-12 03:06
| 2026-01-12 02:15
| 2026-01-12 01:57










































