Profesor Nuklir Top MIT Tewas Ditembak di Rumahnya

2026-01-12 02:07:06
Profesor Nuklir Top MIT Tewas Ditembak di Rumahnya
BROOKLINE, - Seorang profesor nuklir top di Massachusetts Institute of Technology (MIT) tewas ditembak pada Senin .Dikutip dari AP News, Nuno FG Loureiro (47), seorang fisikawan sekaligus ilmuwan fusi ditembak di rumahnya di Brookline, Massachusetts.Sempat menjalani perawatan, ia dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit setempat sehari kemudian, Selasa .Pihak berwenang saat ini telah meluncurkan penyelidikan atas dugaan kasus pembunuhan tersebut.Namun, hingga kini, belum ada tersangka yang ditahan.Baca juga: Pemerintah AS Akui Bertanggung Jawab atas Tabrakan Pesawat dan Helikopter Awal Tahun IniSeorang mahasiswi berusia 22 tahun di Boston University yang tinggal di dekat apartemen Loureiro di Brookline mengaku mendengar tiga suara keras saat kejadian."Saya belum pernah mendengar suara sekeras itu, jadi saya mengira itu adalah tembakan," kata mahasiswi bernama Liv Schachner itu.Beberapa mahasiswa Loureiro mengunjungi rumahnya, sebuah apartemen tiga lantai, pada Selasa sore untuk menyampaikan belasungkawa.Sementara, Presiden MIT, Sally Kornbluth, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kematian Loureiro adalah kehilangan yang mengejutkan.Invesitgasi pembunuhan profesor top MIT ini terjadi bersamaan dengan upaya polisi mencari pelaku penembakan mahasiswa di Brown University, Sabtu .Kendati demikian, FBI belum mengetahui adanya keterkaitan antara dua peristiwa tersebut.Baca juga: Ketegangan Meluas, AS Kini Kerahkan Pasukan ke EkuadorUntuk diketahui, Loureiro bergabung MIT pada 2016 untuk memimpin Plasma Science and Fusion Center.Pusat tersebut menjadi salah satu laboratorium terbesar MIT, memiliki lebih dari 250 orang yang bekerja di tujuh gedung ketika ia mengambil alih kepemimpinan.Loureiro dibesarkan di Viseu, Portugal tengah, dan belajar di Lisbon sebelum meraih gelar doktor di London. Ia adalah seorang peneliti di sebuah institut fusi nuklir di Lisbon sebelum bergabung dengan MIT.Dikutip dari laman MIT, Loureiro segera berkontribusi pada lingkungan intelektual di MIT, dengan menghabiskan sebagian dari dua tahun pertamanya untuk mengerjakan masalah rumit turbulensi plasma. Plasma adalah keadaan materi sangat panas yang berfungsi sebagai bahan bakar untuk reaktor fusi.Laboratorium Loureiro menjelaskan bagaimana plasma berperilaku di dalam reaktor fusi, yang dapat membantu mencegah kegagalan material dan menahan plasma dengan lebih baik untuk menghasilkan listrik.


(prf/ega)