Longsor Galian Tanah Urugan di Brebes, Satu Pekerja Tewas Tertimbun

2026-01-12 04:12:15
Longsor Galian Tanah Urugan di Brebes, Satu Pekerja Tewas Tertimbun
BREBES, - Longsor terjadi di lokasi galian tanah urugan di Dusun Kracak, Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Brebes, Jawa Tengah, Selasa .Satu orang pekerja dilaporkan tewas setelah tertimbun. Sementara satu korban lainnya mengalami luka dan mendapat perawatan medis di rumah sakit.Eko, salah satu warga mengatakan, sebelum longsor terjadi korban bersama satu rekannya memanjat puncak tebing di sisi utara untuk mengambil batu.Karena kontur tanah diduga sudah retak, tebing tersebut kemudian longsor.Baca juga: Korban Banjir dan Longsor di Sumut Bertambah, Total Meninggal 360 Orang"Awalnya dua orang itu naik ke puncak tebing sisi utara mau ambil batu. Tapi karena tanah sudah retak, tebing longsor," kata Eko kepada wartawan.Longsoran itu kemudian mengubur korban yang diketahui bernama Risto. Sementara Rodi, rekannnya, berhasil selamat.Pencarian korban memakan waktu sekitar dua jam. Pada pukul 12.00 WIB, korban ditemukan di bawah reruntuhan batu-batu besar.Eko mengatakan, Risto ditemukan dalam kondisi meninggal dunia."Risto alias Boma itu ditemukan sekitar jam 12.00. Tubuhnya tertimbun batu-batuan cukup dalam, kondisinya sudah meninggal dunia," terangnya.Baca juga: 5 Fakta Guru di Brebes Pakai Dana BOS untuk Beli Tiket Konser, Tanpa Kwitansi, Pembayaran SukarelaCamat Banjarharjo, Nanang Raharjo, membenarkan satu korban meninggal dunia dan dibawa ke rumah sakit.Namun, sementara ini pihaknya belum bisa membeber kronologi lengkap karena pihaknya masih menghimpun informasi."Untuk kronologi lengkap belum diketahui dan masih dalam penggalian informasi," katanya.Kanit Reskrim Polsek Banjarharjo, Aiptu Untung Sugianto, saat dikonfirmasi wartawan, membenarkan peristiwa tersebut.Untung mengatakan, saat itu korban sedang melakukan penggalian di lokasi. Korban meninggal diketahui bernama Risto (41) dan korban luka bernama Rodi (40).Keduanya merupakan warga Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo.Baca juga: Pemprov Jateng Kaji Ulang Seluruh Aktivitas Tambang, Berpeluang Cabut Izin"Korban ada dua orang, satu meninggal dunia dan satu luka. Penambangan perorangan untuk tanah urugan. Kejadian siang. Korban luka sudah dipulangkan setelah sempat dibawa ke rumah sakit," kata Untung.Untung menyebut galian tanah urugan itu merupakan lahan milik pribadi perorangan."Itu tanah milik pribadi. Tapi terkait status perizinan galian, saya belum tahu," katanya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-01-12 03:38