Agung Nugroho Ungkap Banyak Praktik Baik Usai Ikuti KPPD 2025

2026-01-16 03:55:54
Agung Nugroho Ungkap Banyak Praktik Baik Usai Ikuti KPPD 2025
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho membagikan pengalamannya usai mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan II Tahun 2025. Program yang berjalan selama dua minggu itu memberi kesempatan kepada 25 kepala daerah untuk memperdalam wawasan kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan.Sebagian rangkaian KPPD juga dilaksanakan di Singapura selama satu minggu. Agung mengatakan para peserta tidak hanya mengikuti sesi kelas, tetapi juga turun langsung melihat praktik lapangan."Pembelajaran meliputi pelayanan publik satu pintu yang sudah terintegrasi secara digital di Singapura. Pengelolaan sampah yang tertata dari hulu hingga hilir. Kedisiplinan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan," sebut Agung.Ia menilai sejumlah praktik tersebut relevan dengan tantangan kota-kota besar di Indonesia, termasuk Pekanbaru. Karena itu, ia menekankan pentingnya menerapkan hasil pembelajaran ke dalam kebijakan lokal.Banyak hal yang menurutnya dapat diadaptasi, terutama budaya bersih dan tertib yang lahir dari sistem yang terkelola dengan baik. Agung berharap pengalaman ini makin memperkuat upaya peningkatan pelayanan publik dan pembangunan di daerah."Semoga seluruh wawasan dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan di daerah masing-masing," harap Agung.KPPD sendiri merupakan program yang digelar melalui kerja sama Kemendagri, Lemhannas, dan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC). Dalam penutupan kegiatan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa seluruh pembiayaan KPPD didukung oleh PYC."Hal yang sangat penting untuk diketahui masyarakat adalah bahwa acara ini tidak menggunakan anggaran APBD. Seluruh pembiayaan didukung oleh PYC, sehingga tidak ada pemborosan anggaran daerah," papar Tito.Ia juga menyebut KPPD menjadi sarana penguatan wawasan kenegaraan dan komitmen kepala daerah untuk mendukung program-program pemerintah pusat."Pemerintah kabupaten/kota akan mendukung penuh pelaksanaan agenda nasional tersebut di daerah masing-masing," tambahnya.Tonton juga video "Bocah SD di Pekanbaru Dilarikan ke RS usai Diserang Gajah"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-16 13:53