MEDAN, - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menanggapi kesulitan yang dihadapi Tim SAR dalam mengirimkan bantuan ke Kabupaten Aceh Tamiang akibat akses tertutup material longsor.AHY berkomitmen untuk mendorong pengiriman alat berat guna membersihkan material longsor tersebut."Ini yang juga terus kami kawal. Saya akan menyampaikan langsung kepada Kementerian Pekerjaan Umum. Di sini ada deputi yang khusus membidangi hal tersebut, agar tidak ada satupun daerah yang benar-benar terputus. Kita dorong alat-alat beratnya," ujar AHY kepada wartawan di Pelabuhan Belawan, Medan, Senin .Baca juga: Pemprov Aceh Sebut Bantuan ke Seluruh Daerah Terdampak Banjir TersalurkanAHY menjelaskan, pengiriman alat berat tidak hanya ditujukan untuk Aceh Tamiang, tetapi juga daerah lain yang terisolasi akibat longsor dan banjir."Ada ekskavator, ada beko, ada loader, ada truk dan lain sebagainya, tapi memang tantangannya tidak ringan, karena banyaknya titik-titik longsor dan daerah-daerah yang masih tergenang air," tambahnya.Selain itu, AHY mengungkapkan tantangan lain yang dihadapi, seperti kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan pemadaman listrik akibat bencana alam."Jadi saya sudah berkomunikasi dengan Pertamina dan PLN, karena BBM itu vital, listrik untuk menerangi juga sangat vital, termasuk untuk komunikasi," tutur dia."Kalau listriknya padam, kita tidak bisa berkomunikasi. Sedangkan komunikasi harus terjaga dengan baik agar tidak ada sesuatu yang tidak diketahui oleh pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Kita akan dorong semua," tutupnya.Baca juga: Angin Kencang, Longsor, dan Banjir di Jonggol Bogor Rusak 21 RumahSebelumnya, Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi mengungkapkan, hingga kini, 10 dari 12 kecamatan di wilayah tersebut masih terisolasi akibat banjir dan longsor.Ia menyebutkan, hanya dua kecamatan yang sudah bisa diakses untuk distribusi bantuan, sementara 10 kecamatan lainnya masih terendam banjir.Bantuan yang telah disalurkan baru sampai ke dua kecamatan, yaitu Kuala Simpang dan Karang Baru, serta sebagian Kecamatan Rantau.Armia menjelaskan, meskipun jalur darat masih terhambat longsoran, pengiriman bantuan dapat dilakukan melalui jalur laut sebagai solusi praktis mengingat kesulitan dalam transportasi darat.“Kami sudah menerima bantuan dari BNPB yang dikirim lewat udara, dan kami berharap bantuan tambahan dapat terus dikirim ke Aceh Tamiang, baik lewat udara maupun laut,” ujarnya.Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang juga terus berupaya melakukan penanganan pasca-bencana. Salah satunya membangun posko di titik-titik yang sering dikunjungi masyarakat, serta mendirikan dapur umum untuk menjangkau semua warga terdampak."Harapan kami, bantuan dapat segera didistribusikan kepada masyarakat Aceh Tamiang yang sangat membutuhkan,” ucapnya.
(prf/ega)
Distribusi Bantuan ke Aceh Tamiang Terhambat Longsor, AHY: Tantangannya Tidak Ringan
2026-01-11 22:10:49
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:36
| 2026-01-11 22:34
| 2026-01-11 21:25
| 2026-01-11 20:53










































