Tak Cuma ke Pacar, Gaslighting Juga Terjadi di Keluarga dan Pertemanan

2026-01-12 16:13:08
Tak Cuma ke Pacar, Gaslighting Juga Terjadi di Keluarga dan Pertemanan
- Gaslighting adalah bentuk manipulasi psikologis yang dapat membuat korban meragukan persepsi, ingatan, atau penilaiannya sendiri, terhadap sesuatu sampai membuat mereka bersalah.Perilaku yang bisa membuat korban kehilangan percaya diri, bahkan sampai bergantung secara emosional pada pelaku ini, sering dianggap hanya terjadi dalam hubungan romantis. Benarkah?“Gaslighting tidak cuma terjadi di hubungan romantis saja, tapi bisa di berbagai aspek kehidupan. Contohnya kayak di pertemanan dan keluarga,” tutur pendiri Cup of Stories, Fitri Jayanthi, M.Psi. Psikolog, saat dihubungi beberapa waktu lalu.Menurut Fitri, contoh gaslighting yang paling umum terjadi dalam hubungan pertemanan adalah ketika lelucon yang dilontarkan oleh salah satu pihak, tidak dianggap lucu oleh orang lain.“Itu bentuk kalimatnya seperti, ‘Kamu tuh terlalu sensitif, padahal kan aku cuma bercanda’. Kalau di keluarga, ‘Kok kamu lupa sih, kan sudah janji untuk pergi ke sini. Kan aku sudah bilangin berkali-kali dari kemarin’,” kata dia.Baca juga: Ketahui, Perbedaan Gaslighting dengan Playing VictimAdelia Octavia Siswoyo, M.Psi. Psikolog, berpraktik di lembaga Jaga Batin dan Pusat Penguatan Karakter & Konseling (P2K2) Universitas Padjadjaran, menambahkan, gaslighting bisa terjadi di luar hubungan romantis karena gaslighting adalah perilaku komunikasi.Perilaku komunikasi adalah cara seseorang berbicara dengan orang lain, sedangkan seseorang berkomunikasi dengan banyak orang, termasuk orang-orang yang merupakan anggota keluarga dan teman.“Karena memang ini sebenarnya sebuah perilaku komunikasi, biasanya bisa juga terjadi di relasi pertemanan atau keluarga. Di keluarga itu antara terjadi dari ibu ke anak, ayah ke anak, ibu ke ayah dan sebaliknya, atau ke saudara,” terang Adelia.Kendati demikian, tidak jarang gaslighting juga bisa terjadi di ranah pekerjaan, entah antara atasan dan bawahan, atau antara sesama rekan kerja.Baca juga: 10 Cara Memutus Pola Toxic Hubungan agar Tidak Semakin ParahPenyebab gaslighting terjadi adalah agar orang lain mengambil tanggung jawab atas permasalahan yang sedang terjadi. Walaupun sebenarnya masalah tersebut ada karena si pelaku.Melalui kalimat yang tidak sesuai fakta, pelaku membuat korban mempertanyakan pengalaman dan persepsi mereka.Alhasil, korban mengalami ketidakamanan yang mendalam, penurunan rasa percaya diri, dan mulai bergantung pada pelaku untuk mengonfirmasi persepsi mereka sendiri.Baca juga: 10 Pilar Penting dalam Pernikahan agar Hubungan Tetap Harmonis, Termasuk Komunikasi“Di situlah akhirnya si pelaku jadi kayak ‘mengontrol’ situasi. Ibaratnya kayak ‘cuci tangan’ karena, ‘Ah, bukan gue yang salah kok, kamu yang salah’. Lebih kurang seperti itu,” ujar Fitri.Selain untuk melimpahkan tanggung jawab kepada orang lain demi terlepas dari beban atas tanggung jawab itu, Adelia mengatakan, seseorang berperilaku seperti itu karena tidak ingin merasa tidak nyaman.“Mereka tidak ingin merasa tidak nyaman atas kesalahan yang mereka lakukan. Jadi untuk bisa tetap merasa nyaman walaupun melakukan kesalahan, mereka ‘secara tidak langsung’ melimpahkan atau memutarbalikkan kesalahan ke lawan bicara,” ujar dia.Baca juga: 5 Zodiak yang Disebut Paling Mudah Marah, Kamu Termasuk?


(prf/ega)