- Belakangan ini, muncul keluhan masyarakat seputar mahalnya pesawat rute Kualanamu, Medan - Rembele, Bener Meriah, Aceh saat bencana banjir.Menanggapi hal itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akhirnya buka suara. Menurut Kemenuhub, penerbangan itu mahal karena bukan layanan penerbangan reguler, melainkan merupakan penerbangan charter yang diinisiasi sendiri oleh calon penumpang.Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan, Asri Santosa, menjelaskan bahwa penerbangan charter memiliki mekanisme berbeda dari penerbangan reguler.Baca juga: Pertamina Kirim BBM dan LPG via Udara ke Bener Meriah AcehSeluruh proses pemesanan, pembayaran, hingga pengaturan jadwal dilakukan berdasarkan kesepakatan antara penumpang dan operator atau penyedia pesawat.“Pihak bandara tidak terlibat dan tidak memiliki kewenangan dalam penjualan tiket maupun proses komersial penerbangan tersebut,” ujar Asri dilansir dari Antara .Asri menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada penerbangan reguler yang melayani rute Kualanamu–Rembele pulang-pergi (PP).Satu-satunya penerbangan terjadwal ialah penerbangan perintis Susi Air, yang beroperasi satu kali per minggu setiap Kamis.Lonjakan permintaan terjadi akibat kondisi darurat bencana di sejumlah wilayah Aceh, yang membuat akses transportasi darat terganggu.Banyak warga dari daerah terdampak kemudian mendatangi Bandara Rembele untuk mencari moda transportasi udara menuju Kualanamu.Dari hasil verifikasi petugas di lapangan, ditemukan adanya pihak tertentu yang mengoordinasikan calon penumpang untuk melakukan penerbangan charter, sehingga muncul keluhan mengenai tarif tinggi.Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, memastikan bahwa maskapai tidak menjual tiket reguler untuk rute tersebut di luar jadwal perintis yang sudah ditetapkan.“Seluruh penerbangan di luar jadwal reguler merupakan inisiatif para calon penumpang yang secara mandiri berkoordinasi untuk melakukan charter pesawat,” kata Lukman.Sebagai langkah responsif, Kemenhub mengimbau seluruh badan usaha angkutan udara untuk menambah kapasitas layanan, baik melalui pembukaan rute baru maupun peningkatan frekuensi penerbangan.Hal ini dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh selama masa darurat.Lukman secara khusus menekankan perlunya penambahan kapasitas penerbangan dari dan menuju Aceh, terutama ke Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Kualanamu.Baca juga: 10 Mahasiswa KKN Terjebak Berhari-hari di Bener Meriah, Kondisinya KritisKemenhub juga meminta maskapai menjaga tarif tetap wajar sesuai regulasi, serta mempertimbangkan pemberian diskon kemanusiaan pada periode pemulihan bencana.Kemenhub membuka ruang bagi maskapai untuk segera menyampaikan usulan penambahan kapasitas penerbangan, dengan mempertimbangkan kesiapan armada dan sumber daya manusia.“Ditjen Perhubungan Udara berkomitmen untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan selama masa tanggap darurat,” ujar Lukman.Ia menambahkan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan dengan seluruh pemangku kepentingan.
(prf/ega)
Pesawat Kualanamu-Rembele, Aceh Mahal Saat Bencana, Kemenhub Ungkap Penyebabnya
2026-01-12 08:09:09
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 08:09
| 2026-01-12 07:20
| 2026-01-12 07:01
| 2026-01-12 06:22
| 2026-01-12 06:10










































