Pelajar Begal Motor Teman di Bengkulu, Diduga Kecanduan Judi dan Narkoba

2026-02-01 18:33:56
Pelajar Begal Motor Teman di Bengkulu, Diduga Kecanduan Judi dan Narkoba
BENGKULU, - Unit Opsnal Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, meringkus seorang pelajar berinisial RK (17). Ia diduga melakukan aksi begal motor terhadap rekannya, MH (15), pada Jumat .Akibat tindakan RK, MH mengalami luka tusuk di beberapa bagian tubuh. Korban selamat setelah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.Dari hasil pemeriksaan, motif RK membegal didorong oleh kecanduan judi online dan narkoba.Kapolres Rejang Lebong, AKBP Florentus Situngkir, melalui Kasat Reskrim, Iptu Reno Wijaya, menjelaskan bahwa pelaku dan korban merupakan teman."Motif kecanduan judi online dan narkoba. Mereka ini saling berteman. Pengakuan pelaku, aksi begal dilakukan secara spontan atau tidak terencana," ungkap Iptu Reno Wijaya dalam konfirmasinya melalui telepon, Kamis .Baca juga: Kronologi Kasus Mutilasi Istri Pegawai Pajak di Manokwari, Berawal Saat Pelaku Kalah Judi OnlineIptu Reno menambahkan, penyidik kepolisian akan bersikap profesional dalam menangani kasus ini, mengingat baik pelaku maupun korban masih di bawah umur."Pelaku dijerat pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. Namun, karena masih di bawah umur, proses hukum tetap mengacu pada peradilan anak sesuai peraturan yang berlaku," jelasnya.RK ditangkap pada Jumat , beberapa jam setelah melancarkan aksinya.Ia membegal motor temannya, MH, di sekitar Kelurahan Talang Rimbo Lama dan Desa Air Merah, Kecamatan Curup Tengah, Kabupaten Rejang Lebong.Dalam aksinya, RK berpura-pura meminta MH untuk mengantarnya ke suatu tempat. Namun di tengah perjalanan, RK tiba-tiba menusuk MH beberapa kali.Setelah melukai korban, pelaku melarikan motor dan menggadaikannya kepada pihak lain seharga Rp 2,5 juta.Uang hasil gadai tersebut digunakan RK untuk bermain judi online dan membeli narkoba.Menanggapi peristiwa ini, pihak kepolisian mengimbau para orangtua agar lebih mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama jika terindikasi mengalami kecanduan judi online dan narkoba.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-01 18:21