Digitalisasi Pembelajaran Kunci Pemerataan Akses Pendidikan di Tanah Air

2026-01-14 13:03:37
Digitalisasi Pembelajaran Kunci Pemerataan Akses Pendidikan di Tanah Air
Pemerataan pendidikan menjadi salah satu fokus utama dalam program Asta Cita Prabowo-Gibran. Melalui berbagai terobosan, pemerintah terus berupaya memastikan layanan pendidikan yang merata, modern, dan relevan bagi seluruh pelajar Indonesia. Salah satu program andalannya adalah Sekolah Rakyat, yang diperkuat dengan kolaborasi lintas instansi seperti Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sain dan Teknologi (Kemendikti), Kementerian Sosial (Kemensos), serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Digitalisasi pun menjadi kunci penting dalam memperluas akses pendidikan, terutama bagi wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Komdigi turut mengambil peran strategis dalam menghadirkan solusi yang mampu menjembatani kesenjangan pembelajaran di seluruh penjuru Tanah Air.Dorongan Transformasi: Dari PHTC hingga Digitalisasi Pembelajaran 2025Dalam kerangka modernisasi pendidikan, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), sebuah langkah yang menargetkan peningkatan mutu pendidikan secara merata. Salah satu wujud nyatanya adalah pemasangan perangkat smartboard atau interactive flat panel (IFP) di sekolah-sekolah seluruh Indonesia.Program Digitalisasi Pembelajaran 2025 resmi diluncurkan di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat (17/11). Inisiatif ini menjadi tonggak percepatan transformasi pendidikan nasional yang lebih interaktif, adaptif, dan menyenangkan bagi siswa."Yang baru saja kita saksikan, ini adalah program kita sebagai usaha kita untuk mempercepat transformasi pendidikan nasional kita," ujar Prabowo dikutip dari Antara, Selasa (2/12/2025).Prabowo menegaskan bahwa transformasi pendidikan bukan semata tentang distribusi perangkat, tetapi tentang membangun ekosistem belajar yang kreatif, inklusif, serta berkeadilan bagi seluruh anak bangsa.Pendistribusian Perangkat Digital untuk Sekolah di Seluruh IndonesiaProgram Digitalisasi Pembelajaran mencakup penyediaan perangkat seperti Papan Interaktif Digital (IFP), laptop, media penyimpanan konten, hingga internet satelit dan panel surya bagi sekolah yang belum terjangkau listrik maupun jaringan internet yang stabil.Hingga saat ini, total 215.572 perangkat telah dikirimkan. Sebanyak 172.550 perangkat sudah tiba di sekolah-sekolah penerima, sementara 43.022 lainnya masih dalam proses pengiriman. Pemerintah menargetkan seluruh perangkat tersalurkan sebelum Desember 2025.Untuk mengoptimalkan penggunaan perangkat tersebut, pemerintah juga menyediakan konten pembelajaran berkualitas melalui platform Rumah Pendidikan, lengkap dengan bimbingan teknis bagi para guru.Melihat pentingnya peran tersebut, detikcom menghadirkan ajang penghargaan 'Apresiasi Konektivitas Digital' sebagai bentuk pengakuan bagi individu, kelompok, ataupun lembaga yang berkontribusi membuka akses digital hingga pelosok negeri. Ajang ini juga menampilkan berbagai kisah inspiratif di balik upaya menghadirkan konektivitas yang merata.Adapun salah satu kategori yang dihadirkan adalah Sekolah Teladan Digital, yaitu penghargaan bagi sekolah yang berhasil mengadopsi pembelajaran efisien, adaptif, dan berorientasi digital. Sekolah dalam kategori ini dinilai mampu menjadi teladan dalam menghadirkan terobosan digital untuk mendukung kegiatan belajar siswa.Melalui ajang ini, detikcom membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengusulkan figur, komunitas, atau lembaga yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam memperkuat konektivitas digital, terutama di wilayah 3T. Proses submission dapat dilakukan melalui laman detik.com/apresiasikonektivitasdigital.Ketentuan Pengajuan Nominasi:1. Satu pengusul hanya dapat mengajukan satu nominator.2. Periode submission berlangsung pada 15 November 2025 - 15 Januari 2026.3. Pengajuan harus disertai bukti pendukung seperti foto, video, atau dokumen relevan.Melalui ajang Apresiasi Konektivitas Digital, detikcom ingin memberikan ruang bagi para pejuang digital di seluruh Indonesia yang telah membantu membuka akses teknologi sebagai jembatan menuju kesejahteraan. Inisiatif ini diharapkan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam mewujudkan pemerataan konektivitas di Indonesia.Dengan semakin meratanya akses digital, masyarakat termasuk yang berada di wilayah 3T memiliki kesempatan yang setara untuk belajar, berkembang, dan berdaya saing di era digital.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-01-14 13:18