Tepergok Curi Uang Rp 68 Ribu di Kotak Amal Masjid di Sidoarjo, Warga Malang Ditangkap Polisi

2026-01-16 12:27:44
Tepergok Curi Uang Rp 68 Ribu di Kotak Amal Masjid di Sidoarjo, Warga Malang Ditangkap Polisi
SIDOARJO, - Seorang warga asal Malang, Jawa Timur berinisial MIR (30) diamankan polisi usai tepergok warga mencuri uang kotak amal di Masjid Al Ichsan Nurul Huda, Sidoarjo.Beredar video di media sosial seorang pria berbaju hitam tangannya diikat ke gerbang masjid kawasan Terminal Bungur Sidoarjo sedang diinterogasi oleh warga. Dia tertangkap oleh warga karena diduga mencuri uang kotak amal masjid.Peristiwa itu terjadi pada Senin sekitar pukul 05.30 WIB. Pelaku MIR (30), warga Desa Parangargo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang berniat singgah untuk istirahat sebelum naik bus.Dia lalu datang ke Masjid Al Ichsan Nurul Huda yang berada di Bungurasih Timur, Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Sidoarjo. Tak jauh dari Terminal Bungurasih.“Berniat untuk istirahat dan sambil nunggu bus ke arah Malang,” kata Kanit Reskrim Polsek Waru, AKP Adik Agus Putrawan, Selasa .Baca juga: Aksi Nekat Maling di Bangkalan, Gendong-gendongan Bobol Genteng Demi Curi Peralatan DapurTetapi, saat istirahat di dalam masjid, pelaku melihat sebuah potongan lakban bekas dan satu buah batang sapu lidi di area masjid dan melihat kotak amal.“Sehingga muncul niat pelaku untuk mengambil batang sapu lidi tersebut dan lakban bekas untuk dijadikan sebagai alat bantu mengambil uang di kotak amal yang ada di belakang masjid,” ujar Agus.Setelah alat berhasil dirakit, pelaku berusaha mengambil uang kotak amal dengan cara memasukkannya ke lubang dan mendapatkan uang pecahan Rp 2.000, Rp5.000, dan Rp 10.000.“Total Rp 68.000 dan saat bersamaan pelaku kepergok oleh takmir masjid dan kedapatan sedang mencuri uang di kotak amal tersebut,” kata Agus.Tak lama setelahnya, takmir memanggil warga sekitar dan melapor ke Polsek Waru. Pelaku dan barang bukti pun langsung diamankan Polisi untuk proses lebih lanjut.“Perkaranya dugaan tidak pidana pencurian kotak amal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362 KUHP,” tandas Agus.Baca juga: 3 Satpam Apartemen di Surabaya Berkomplot Curi 5 Motor di Tempat Kerja


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-16 13:48