BNPB Janji Dampingi Daerah Terdampak Banjir Aceh hingga Pulih Total

2026-01-11 03:47:53
BNPB Janji Dampingi Daerah Terdampak Banjir Aceh hingga Pulih Total
BIREUEN, – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus mendampingi pemerintah kabupaten dan kota dalam penanganan dampak banjir besar yang melanda Aceh.Pendampingan dilakukan tidak hanya pada masa tanggap darurat, tetapi hingga kondisi masyarakat benar-benar pulih.Selain itu, Instruksi Presiden (Inpres) tentang pembangunan infrastruktur pascabanjir sedang disiapkan."Awalnya ada 18 kabupaten/kota terdampak, sekarang tersisa 16. Kami akan terus mendampingi Bupati dan masyarakat sampai kondisi benar-benar membaik," katanya dalam siaran persnya, Kamis .Baca juga: Update BNPB Banjir Sumatera 25 Desember: Korban Meninggal Mencapai 1.135 JiwaPernyataan itu disampaikan saat pertemuan dengan Bupati Bireuen, Rabu, 24 Desember 2025.Dalam pertemuan itu, Suharyanto menegaskan seluruh kebutuhan daerah selama masa tanggap darurat akan difasilitasi.BNPB, kata dia, tidak hanya memberikan bantuan sekali, tetapi melakukan pendampingan berkelanjutan.Letjen Suharyanto menambahkan, salah satu fokus utama adalah pemulihan infrastruktur.Tercatat ada 12 jembatan yang rusak akibat banjir.Jembatan besar seperti Kuta Blang dan lainnya akan ditangani langsung oleh pemerintah pusat dan saat ini masih menunggu Inpres.Baca juga: Update BNPB: 17 Jasad Ditemukan, Korban Tewas Banjir Sumatera Menjadi 1.129 JiwaDengan terbitnya Inpres, sambung dia, pembangunan akan dilakukan melalui mekanisme khusus, melibatkan seluruh kementerian dan lembaga terkait, bukan hanya BNPB.Sementara itu, jembatan-jembatan kecil diminta untuk segera dibangun."Kalau ada tenaga yang bisa membangun tapi terkendala biaya, kami yang biayai. Kalau perlu sewa alat, sewa saja dulu, nanti kami yang bayar," tegasnya.BNPB juga membuka fleksibilitas dalam penyediaan hunian sementara (huntara).Huntara dapat dibangun di atas tapak rumah warga atau lahan milik masyarakat sendiri, selama dinilai aman dari banjir dan tidak harus dalam satu hamparan.Bagi warga yang menumpang di rumah keluarga, pemerintah menyiapkan bantuan Rp 600.000 per bulan per kepala keluarga.Baca juga: BNPB: Pembersihan Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Terus Dilakukan"Pembangunan huntara tidak perlu menunggu seluruh data terkumpul. Kalau bisa sekarang, bangun sekarang," katanya.Selain infrastruktur dan hunian, BNPB juga diminta menambah personel untuk membantu pembersihan lumpur di wilayah terdampak.


(prf/ega)