Matcha, Tote Bag, dan Pencitraan, Ketika Performative Male Jadi Gaya Andalan

2026-01-13 08:20:20
Matcha, Tote Bag, dan Pencitraan, Ketika Performative Male Jadi Gaya Andalan
JAKARTA, - Totebag, matcha, feminism book, check!Ketika melihat ada cowok dengan stater pack ini, apa yang langsung terlintas di benak kalian? Apakah laki-laki ini benar benar aware dengan nilai yang ia tampilkan, atau hanya “settingan” demi bisa menarik atensi perempuan?Pertanyaan itu makin sering muncul belakangan, seiring ramainya pembahasan soal performative male di media sosial.Sebuah fenomena ketika laki-laki, terutama Gen Z, menampilkan gaya hidup yang dianggap progresif, soft, dan aman di mata perempuan.Baca juga: Mengenal Fenomena Performative Male, Tren Baru atau Sekadar Pencitraan di Media Sosial?Bukan selalu karena minat yang benar-benar lahir dari diri sendiri, melainkan karena ingin terlihat menarik, relevan, dan layak divalidasi.Namun, apakah setiap laki-laki yang memakai totebag, meminum matcha, dan membaca buku dan menyuarakan feminisme bisa langsung dicap performatif?Onel (19 tahun) menolak anggapan itu. Ia tidak merasa dirinya termasuk dalam kategori performative male, meskipun aktivitas yang ia lakukan sering diasosiasikan dengan label tersebut.“Menurut aku performative male itu sesuai apa yang teman-teman aku bilang ya, terus aku juga udah lihat di website, performative male itu ada karena toxic masculinity. Menurut aku itu aku enggak relate sih karena jujur aku menggunakan dan hidup dengan apa yang aku miliki dan yang nyaman aku pakai gitu.” ujar Onel.Baca juga: Feminisme Kemarin, Hari Ini dan NantiMinum matcha dan membaca buku di kafe, bagi Onel, adalah aktivitas yang ia lakukan karena ia menyukainya.“Dan aku tuh emang suka matcha terus juga suka baca buku di kafe. Tapi tuh bukan yang kayak karena biar kelihatan keren, tapi emang aku mencoba untuk baca buku dan emang menggunakan hal-hal yang aku nyaman gitu.”Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyesuaikan gaya hidup demi terlihat “soft boy” di mata perempuan.“Aku enggak pernah menyesuaikan diri supaya dilihat cewek sebagai nilai plus gitu.” imbuh dia.Kalau Onel mewakili POV dari laki-laki, bagaimana perempuan Gen Z melihat fenomena ini?Alya (19) melihat performative male sebagai cowok yang tidak punya jati diri. Ia mengaku suka cowok yang baca buku, tetapi merasa bisa membedakan mana yang tulus mana yang hanya “pencitraan”.“I honestly like men who read books, tapi cowok yang genuinely like reading books sama cowok yang maksa keliatan nerd tuh beda," kata dia


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-13 08:37