Kapolri Targetkan Siswa SMA Binaan Polri Ada yang Masuk Harvard, Bikin Pusing Jenderal Ini

2026-01-14 16:12:38
Kapolri Targetkan Siswa SMA Binaan Polri Ada yang Masuk Harvard, Bikin Pusing Jenderal Ini
JAKARTA, - Asisten SDM Kapolri Irjen Anwar mengatakan, dirinya langsung pusing begitu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta agar harus ada siswa SMA Kemala Bhayangkari (KTB) yang masuk Harvard University, Amerika Serikat.Namun, Anwar menyebut SMA binaan Polri tersebut memang diproyeksikan mencetak generasi terbaik polisi."Lulusannya diproyeksikan masuk di top 10 universitas terbaik di dunia dan aset untuk menjadi regenerasi di kepolisian. Kira-kira seperti itu. Bahkan kemarin Bapak Kapolri menargetkan harus ada yang di Harvard. Sehingga saya selaku Kepala Yayasan Kemala Bhayangkari, alhamdulillah sampai sekarang sudah pusing. Tapi insyaallah dengan niat yang tulus, insyaallah akan tercapai," ujar Anwar dalam Rilis Akhir Tahun 2025 Polri di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa .Baca juga: Polri Minta Pengunjuk Rasa Hormati Polisi: Kami Bukan PenghalangAnwar menceritakan, untuk tahun 2026, sudah ada 17.000 siswa yang mendaftar masuk SMA KTB.Padahal, SMA KTB hanya menerima 180 siswa saja.Dia pun menyoroti para pendaftar yang memiliki nilai rata-rata sangat baik.Jika Anwar harus mendaftar masuk SMA tersebut, dia sendiri meyakini tidak lulus."Perlu kami informasikan bahwa dari total pendaftar yang sekarang ini dari 17.000 lebih, itu nilai rata-rata matematikanya 87,8. Nilai rata-rata IPA-nya 88. Nilai Bahasa Inggris-nya 88. Dan nilai IQ-nya 130, ini rata-rata. Insyaallah kalau saya sekarang ikut, saya tidak akan masuk di sini barangkali. Saya harus jujur hahaha," jelasnya.Baca juga: Polri Siap Tambah Personel untuk Bantu Pembangunan Huntara dan Huntap di SumateraSementara itu, Anwar membeberkan bahwa siswa SMA KTB mendapat beasiswa penuh dari Polri.Dia turut memamerkan SMA KTB yang memiliki kurikulum di atas SMA, tapi di bawah perkuliahan."Kemudian yang ketiga adalah kurikulumnya adalah International Baccalaureate atau IB Diploma. Jadi IB Diploma itu SMA lebih, kuliah hampir, kira-kira seperti itu," imbuh Anwar.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-01-14 14:41