Mobil Terendam Banjir Sumatera, Ini Kerusakan yang Perlu Diwaspadai

2026-02-05 06:58:45
Mobil Terendam Banjir Sumatera, Ini Kerusakan yang Perlu Diwaspadai
MEDAN, – Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dalam beberapa pekan terakhir membuat banyak kendaraan ikut terendam air dan lumpur.Pemilik bengkel Franks Garage di Jalan Dahlia Raya No 89, Medan Helvetia, Sumatera Utara, yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, mengatakan banyak mobil yang masuk ke bengkel mengalami kerusakan akibat terendam banjir.Baca juga: Mobil Bekas 150 Jutaan, Ada Mobilio, Ignis dan X-TrailIa menjelaskan, bagian yang paling rentan rusak adalah sistem kelistrikan. Komponen seperti modul dan ECU hampir pasti terdampak ketika air sudah mencapai ruang mesin.Foto: Dok Franks Garage Franks Garage di Jalan Dahlia Raya No 89, Medan Helvetia, Sumatera Utara“Untuk mesin biasanya untuk pengecekan pertama itu pasti di bagian modul, itu pasti kena modul, ECU, itu juga kena. Itu yang pertama kali,” ujarnya kepada Kompas.com, Minggu .Kerusakan pada komponen tersebut dapat menimbulkan berbagai gejala, mulai dari mesin tidak bisa menyala, sensor bermasalah, hingga mobil sepenuhnya tidak dapat dioperasikan.Karena itu, langkah awal yang dilakukan pemilik kendaraan sangat menentukan apakah mobil masih bisa diselamatkan atau justru mengalami kerusakan lebih berat.Baca juga: Update Harga Mobil Listrik Per Desember 2025“Makanya ketika mobil sudah kena banjir, kalau bisa mobil jangan pernah dihidupkan. Apalagi kalau air sudah masuk ke ruang mesin, itu bisa membahayakan, bisa bikin fatal, dan biaya juga makin mahal,” katanya./CRISTISON SONDANG PANE Pemukiman warga di Gang Sada Ari, Jalan Bahagia, Kelurahan Titi Rantai, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara, tergenang air, Kamis .Baca juga: Inilah Wuling Binguo Pro, Model Terbaru dari WulingIa menambahkan, kesalahan yang paling sering dilakukan adalah pemilik mobil langsung menyalakan mesin begitu banjir surut, berharap kendaraan masih bisa berfungsi. Tindakan ini justru memperbesar risiko kerusakan.“Jangan pernah dihidupin. Makanya itu bisa bikin fatal di bagian mesin. Kalau cuma kena banjir seperti ini, tapi mesinnya tidak dihidupkan, mesin masih bisa diselamatkan,” ujarnya lagi.Untuk itu, pemilik kendaraan disarankan tidak terburu-buru mencoba menyalakan mobil. Biarkan mekanik memeriksa kondisi secara menyeluruh agar kerusakan tidak semakin parah.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-05 05:44