Refleksi Hari Ayah Nasional, Saatnya Menghapus Budaya Fatherless

2026-01-16 03:24:52
Refleksi Hari Ayah Nasional, Saatnya Menghapus Budaya Fatherless
– Peringatan Hari Ayah Nasional yang jatuh setiap 12 November menjadi momen untuk menyoroti kembali pentingnya kehadiran ayah dalam keluarga.Bukan sekadar hadir secara fisik, melainkan juga secara emosional, sesuatu yang masih sering terabaikan di banyak rumah tangga Indonesia. Fenomena ini biasa dikenal sebagai fatherless.Menurut Psikolog Keluarga Sukmadiarti Perangin-angin, M.Psi., fenomena fatherless tidak hanya dialami oleh anak yang ditinggalkan secara fisik oleh ayahnya, tetapi juga oleh mereka yang tumbuh dengan figur ayah yang secara emosional tidak hadir.“Ketidakhadiran ayah bisa membuat anak merasa tidak cukup berharga atau tidak pantas dicintai. Pola ini bisa terbawa hingga dewasa jika tidak disadari dan diproses,” ujarnya kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.Sukmadiarti menekankan bahwa memahami luka emosional ini adalah langkah awal untuk memutus rantai fatherless agar tidak berulang pada generasi berikutnya.“Yang penting adalah bagaimana seseorang memahami luka itu, berdamai dengan masa lalunya, dan belajar untuk tidak mengulang pola yang sama pada anaknya kelak,” katanya.Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyembuhan tidak bisa dilakukan dengan penyangkalan, tetapi melalui penerimaan dan komunikasi yang terbuka di dalam keluarga.“Anak yang merasa didengar dan dihargai akan tumbuh dengan konsep diri yang lebih sehat. Itulah fondasi untuk mencegah rantai fatherless berulang,” ucapnya.Baca juga: Kapan Hari Ayah di Indonesia? Ini Bedanya dengan Hari Ayah Internasionalfreepik Hari Ayah Sedunia dan Peran Ayah bagi Kesehatan Mental AnakIstilah fatherless sendiri menggambarkan kondisi ketika anak tumbuh tanpa kehadiran figur ayah, baik secara fisik maupun emosional.Dalam konteks ini, ayah mungkin masih tinggal serumah, tetapi tidak benar-benar terlibat dalam pengasuhan, tidak memberi perhatian, atau tidak menjadi sumber rasa aman bagi anak.“Banyak anak yang tumbuh dengan ayah di rumah, hadir secara fisik, tapi secara emosional tidak ada. Jadi kehadiran fisik tidak menjadi patokan,” kata Psikolog Klinis Widya S. Sari, M.Psi., dikutip dari pemberitaan Kompas.com, Rabu .Widya menjelaskan, sebagian anak bahkan baru menyadari dirinya berasal dari keluarga fatherless saat sudah dewasa, ketika mulai memahami dinamika keluarga, relasi, dan pola emosi yang terbentuk sejak kecil.“Banyak yang baru sadar setelah dewasa karena dulunya tidak ada pembanding atau tidak memiliki pemahaman berbeda,” ujarnya.Baca juga: 50 Ucapan Hari Ayah Nasional 12 November 2025, Hangat dan SantaiDi tengah tuntutan ekonomi dan budaya patriarkal, banyak ayah yang terjebak pada peran penyedia materi semata.Padahal, kehadiran emosional seorang ayah sama pentingnya bagi pertumbuhan psikologis anak.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Hingga kini, tolok ukur tersebut baru mampu dicapai Ducati, yang mendominasi klasemen konstruktor dengan enam gelar juara beruntun.Honda tercatat sebagai pabrikan pertama yang naik level dalam sistem konsesi sejak skema A-B-C-D diberlakukan pada awal 2024.Honda berhasil melampaui ambang batas 35 persen poin, sehingga berhak bergabung dengan KTM dan Aprilia di kategori C.Baca juga: Cara Mengecas Motor Listrik yang Bikin Baterai AwetDengan perubahan itu, Yamaha kini menjadi satu-satunya pabrikan yang masih berada di kategori D.Dok. HRC Aleix Espargaro menjadi pebalap tes untuk Honda Racing Corporation (HRC)Kondisi tersebut membuat Yamaha tetap menikmati konsesi penuh, termasuk kebebasan pengembangan mesin serta tes privat bersama pebalap utama.“Ini soal di mana kami harus berada, kami harus ada di A. Jadi ini adalah langkah pertama yang logis yang harus kami lakukan,” kata Espargaro, dikutip dari Crash, Selasa .Kenaikan peringkat Honda tidak lepas dari performa solid pada akhir musim 2025.Pada seri penutup musim, Luca Marini finis di posisi ketujuh, hasil krusial yang dibutuhkan Honda untuk melampaui ambang batas poin konsesi.Baca juga: Persiapan Touring Libur Nataru: Ini Item yang Harus Dibawa BikerSelain Marini, performa positif juga ditunjukkan Joan Mir yang meraih beberapa podium, serta Johann Zarco yang berhasil memenangi satu balapan.AFP/LOIC VENANCE Pebalap LCR Honda, Johann Zarco, memacu motornya selama sesi latihan bebas di MotoGP Perancis 2025 di Sirkuit Le Mans pada 10 Mei 2025.Zarco pun menutup musim sebagai pebalap Honda terbaik di klasemen dunia, finis di posisi ke-12, unggul enam poin dari Marini.Espargaro turut menyoroti intensitas program pengujian yang dijalani Honda sepanjang musim. “Sungguh luar biasa seberapa banyak kami bekerja. Saya menjalani tes di Malaysia, lalu kembali ke Eropa, kemudian ke Aragon sebelum tampil wild card di Valencia. Ini menunjukkan besarnya komitmen Honda,” ujarnya.Terkait minimnya konsesi yang dimiliki Ducati, Espargaro membandingkannya dengan perkembangan motor Honda selama musim berjalan. “Dengan segunung material dan ratusan lap pengujian, perubahan motor dalam enam bulan terakhir sungguh luar biasa,” katanya. “Honda membawa banyak pembaruan untuk Joan dan Luca. Misalnya, kami memiliki tiga pembaruan mesin selama musim berjalan, dan mesin yang digunakan sekarang sangat cepat,” ucap Espargaro.Mulai seri pembuka MotoGP 2026, Honda akan bergabung dengan Ducati, KTM, dan Aprilia dalam aturan pembekuan mesin.Sementara itu, era baru MotoGP dengan mesin 850 cc dijadwalkan resmi dimulai pada 2027.

| 2026-01-16 02:49