Pemkot Bogor Ajak Delegasi KAA Napak Tilas di Kebun Raya

2026-01-15 13:37:49
Pemkot Bogor Ajak Delegasi KAA Napak Tilas di Kebun Raya
Sejumlah delegasi negara Konferensi Asia Afrika (KAA) diajak napak tilas untuk mengunjungi Kebun Raya dan Istana Bogor. Adapun napak tilas tersebut bagian rangkaian acara The Ambassador Summit 2025 - Road to 71st Asia-Africa Conference yang diselenggarakan di Balai Kota Bogor, Kamis (20/11/2025).Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan napak tilas tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mengenang KAA yang awalnya tercetus di Bogor"Agenda hari ini kami melaksanakan semacam napak tilas ya. Dari sebuah momen yang sangat penting," Dedie di Kantor Balai Kota Bogor.Pantauan detikcom di lokasi, para delegasi mulai melakukan kunjungan ke Kebun Raya Bogor sekitar pukul 16.15 WIB. Perjalanan para delegasi menggunakan Bus Uncal untuk memulai perjalanan dari Kantor Balai Kota Bogor.Para delegasi dan tamu undangan tampak begitu menikmati perjalanan menuju Kebun Raya Bogor. Sesampainya di Kebun Raya Bogor, rombongan nampak terlihat antusias. Tak jarang, rombongan turut berswafoto di sejumlah titik Kebun Raya Bogor.Kurang lebih 1 jam mengelilingi Kebun Raya Bogor, rombongan pun melanjutkan ke Istana Negara. Namun tidak semua anggota rombongan bisa masuk ke Istana Bogor. Hanya mereka yang VIP saja yang bisa masuk untuk ke area Istana Bogor.Dedie menjelaskan napak tilas tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Bogor untuk mengingatkan peran Bogor dalam KAA. Dia menceritakan sebelum ada KAA di Bandung, sudah lebih dahulu diselenggarakannya Konferensi Bogor."Tetapi sebelum Konferensi Asia Afrika, di 28 sampai 29 Desember 1954 itu ada yang namanya Konferensi Bogor. Nah Konferensi Bogor inilah yang kemudian poin-poin pertemuannya itu mencetuskan yang namanya Konferensi Asia Afrika di Bandung, April tahun 1955," ungkapnya.Dia menjelaskan saat napak tilas, para delegasi juga diajak untuk melihat ruangan tempat pertemuan bersejarah yang di Istana Bogor. Menurutnya, ruangan-ruangan tersebut masih begitu terawat dengan baik. Bahkan posisi furniturnya masih sama."Tadi napak tilasnya tentu kita melihat ruangan tempat pertemuan yang ada di dalam Istana Bogor. Kami melihat masih terawat semuanya, masih dalam posisi yang sama. Furniturnya masih sama," ujarnya."Bahkan beberapa ornamen juga masih dijaga, dan bahkan lima bendera di ruangan panca. Di ruangan itu masih sama seperti apa yang dilakukan para pendahulu-pendahulu kita pada saat mencetuskan konferensi Asia Afrika," sambungnya.Sementara itu, Dubes Mozambique, Belmiro Jose Malate mengaku senang dengan napak tilas untuk melihat sejarah awal terlaksananya KAA."Saya sangat senang di sini. Kota Bogor sangat penting untuk Afrika. Di sini, dimana pertemuan pertama Asia-Afrika, sebenarnya persiapan pertemuan pertama Asia dan Afrika berlaku, dan pertemuan yang kemudian terjadi di Bandung sangat penting. Karena itu banyak berkontribusi untuk perjuangan terhadap kolonialisme dan imperialisme di Afrika," ujarnya.Belmiro Jose Malate menilai semangat KAA tetap harus dijaga meskipun saat ini kolonialisme sudah ada. Namun saat ini, imperialisme masih ada di dunia."Kita masih memiliki tantangan yang sama hari ini, kolonialisme sudah tiada, imperialisme masih ada. Kita masih harus melawan. Kita masih harus mengembangkan ekonomi kita, mengembangkan anak-anak kita, (dan) masih memiliki agenda yang sangat penting untuk diimplementasikan," ujarnya.Untuk itu, dia mengajak agar setiap negara bekerja sama agar bisa mencapai tujuan yang sama."Kita harus bekerjasama untuk memastikan bahwa kita terus mencapai pencapaian positif dalam proses tersebut," tutupnya. Tonton juga video "Respons DPR Usai Delegasi Buruh Serahkan Draft RUU Ketenagakerjaan"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-15 13:39