26 Tahun Dharma Wanita Persatuan, dari Organisasi Istri PNS Jadi Agen Pemberdaya Keluarga

2026-01-12 12:03:43
26 Tahun Dharma Wanita Persatuan, dari Organisasi Istri PNS Jadi Agen Pemberdaya Keluarga
- Tepat 26 tahun lalu, Dharma Wanita Persatuan lahir sebagai transformasi organsisi yang menjadi wadah istri pegawai negeri sipil (PNS).Diprakarsai oleh Presiden Kedua RI, Soeharto, Ibu Tien Soeharto, Dharma Wanita sebelumnya hanya berisi anggota istri PNS. Melansir laman DWP Provinsi Jakarta, organisasi ini pertama kali ditetapkan dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa Dharma Wanita pada 7 Desember 1999. Dengan demikian, Dharma Wanita Persatuan telah menginjak usia 26 tahun pada Minggu . Lantas, bagaimana sejarah dan perubahan besar Dharma Wanita sebagai organisasi? Baca juga: Sejarah Hari Artileri Nasional 4 Desember: Asal-Usul, Tokoh, dan Perkembangannya di IndonesiaBerdiri sejak 5 Agustus 1974, Dharma Wanita hanya terdiri dari istri-istri PNS, anggota ABRI yang dikaryakan, dan pegawai BUMN. Organisasi ini didirikan dengan tujuan memperbaiki kesejahteraan keluarga PNS. Namun, seiring berjalannya waktu, tepatnya pada 1998, setelah era Reformasi, Dharma Wanita Persatuan mengalami perubahan besar. Organisasi ini mulai berfungsi sebagai lembaga sosial kemasyarakatan yang berfokus pada pemberdayaan keluarga, tanpa terikat pada partai politik mana pun.Pada Munas Luar Biasa yang diselenggarakan pada 6–7 Desember 1999, DWP mengubah Anggaran Dasar organisasi dan memilih sistem demokratis dalam pemilihan Ketua Umum. Nama organisasi yang sebelumnya dikenal sebagai "Dharma Wanita" pun diganti menjadi "Dharma Wanita Persatuan". Perubahan ini menandai langkah baru dalam organisasi ini menuju tujuan yang lebih luas dan independen.Baca juga: Hari Konservasi Satwa Liar 4 Desember: Sejarah dan Peranannya dalam Pelestarian AlamKini, Dharma Wanita Persatuan bukan hanya sekadar organisasi istri PNS, tetapi juga sebuah organisasi sosial kemasyarakatan yang berperan dalam pemberdayaan keluarga PNS. Berbagai program kegiatan yang diselenggarakan berfokus pada peningkatan kualitas hidup anggotanya, terutama dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. DWP telah mengembangkan berbagai inisiatif untuk membantu anggota keluarga PNS mengembangkan keterampilan, memperbaiki kesejahteraan keluarga, dan menjawab tantangan global.


(prf/ega)