Tanpa Listrik di Ujung Manggarai Timur, Guru SDN Sare Nyalakan Mimpi Anak-Anak dengan Tangan dan Kapur

2026-01-12 07:09:55
Tanpa Listrik di Ujung Manggarai Timur, Guru SDN Sare Nyalakan Mimpi Anak-Anak dengan Tangan dan Kapur
BORONG, – Di SDN Sare yang terletak di Kampung Wolosambi, Desa Komba, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, guru dan siswa harus berjuang dalam kegelapan setiap hari.Tanpa listrik, lampu atau proyektor, mereka hanya mengandalkan sinar matahari untuk menerangi proses belajar mengajar.Namun, di tengah keterbatasan tersebut, SDN Sare baru-baru ini berhasil meraih juara 1 lomba mata pelajaran MIPA tingkat Kabupaten Manggarai Timur 2025.Sebelumnya, mereka juga menjadi juara 1 di tingkat gugus Kecamatan Kota Komba.Baca juga: Pulau Buntar Kini Nikmati Listrik 24 Jam, Warga Sebut Hidup Berubah Total"Prestasi ini kami raih dengan cara sangat sederhana: papan tulis, kapur dan semangat yang tak pernah padam," ujar Kepala Sekolah SDN Sare, Herman Asa, saat dihubungi Kompas.com, Selasa .Sekolah ini didirikan sejak program Tambah Ruang Kelas Baru pada tahun 2009 dan resmi menjadi SDN definitif pada tahun 2013.Sayangnya, hingga saat ini, lebih dari 12 tahun, listrik dari PLN belum juga menjangkau sekolah mereka.“Kami pernah datang ke kantor PLN di Ruteng. Jawabannya selalu sama: lokasi sekolah berbatasan dengan hutan lindung, jadi belum bisa dipasang jaringan listrik,” cerita Herman dengan nada pasrah namun tetap tegar.“Kami hanya bisa berharap ada keajaiban dari Bapak Presiden Prabowo Subianto.”KOMPAS.COM/DOK SDN Sare Gedung SDN Sare, Desa Komba, Kec. Kota Komba, Kab. Manggarai Timur, NTT, Selasa .Bukan hanya listrik yang menjadi masalah. Sinyal telepon dan internet juga sulit diakses.Satu-satunya tempat yang kadang mendapatkan sinyal adalah dapur sekolah."Kalau guru atau operator harus mengirim data Dapodik atau laporan lain, kami duduk berjam-jam di dapur. Itu pun kalau cuaca sedang baik. Kalau hujan, ya sudah, menunggu besok lagi," keluh Herman.Ironisnya, Presiden Prabowo pernah memberikan bantuan berupa papan digital canggih dan TV layar lebar 72 inci untuk mendukung proses belajar.Namun, semua peralatan tersebut kini hanya menjadi pajangan di gudang.Baca juga: Kerbau Bule Kesayangan Ki Soya Tewas Tersengat Listrik, Videonya Viral sampai Dedi Mulyadi Turun Tangan


(prf/ega)