Banjir Terjang Gunung Putri Bogor, Mobil-mobil Sempat Terjebak di Jalan

2026-02-05 09:27:24
Banjir Terjang Gunung Putri Bogor, Mobil-mobil Sempat Terjebak di Jalan
Banjir setinggi satu meter terjadi di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Sebanyak 60 rumah warga terendam."Hujan deras dengan intensitas tinggi serta tanggul jebol menyebabkan banjir di perum Griya Cikeas dengan ketinggian kurang lebih 100 cm," kata staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kahupaten Bogor Jalaludin, Senin (29/12/2025).Jalal menyebutkan peristiwa itu dilaporkan terjadi saat hujan deras terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Selain merendam rumah, banjir sempat membuat mobil-mobil terjebak di jalanan."Diperkirakan dampak hasil kaji cepat 60 rumah terdampak. Untuk fasilitas terdampak Masjid Al-Kholid," kata Jalal.Dalam video beredar dilihat detikcom, tampak banjir meluber ke jalanan hingga merendam mobil yang melintas di lokasi. Sejumlah pengendara tampak tidak bergerak dan terjebak di tengah banjir.Dalam video lainnya, menunjukkan anggota Damkar Kabupaten Bogor mengevakuasi warga dari dalam rumah. Banjir tampak setinggi pinggang petugas.Jalal menambahkan, petugas BPBD masih berada di lokasi untuk proses evakuasi warga dan penanganan banjir. Hingga malam ini, banjir belum surut dan dalam penanganan petugas."Saat ini banjir masih menggenang perumahan. Dibutuhkan penanganan lebih lanjut dari pihak terkait untuk perbaikan tanggul yang jebol," kata Jalal.Lihat juga Video 'Hujan Angin Terjang Kemang Bogor, Pohon Tumbang-Atap Berterbangan':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-02-05 08:50