Kelakar Menkes, ASN Kemenkes yang "Buncit" Bakal Diajak Lari

2026-01-12 09:03:32
Kelakar Menkes, ASN Kemenkes yang
JAKARTA, - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin berkelakar bahwa aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kesehatan yang terlihat "buncit" akan diajak lari bersama.Mulanya, Budi membahas temuan banyaknya usia dewasa yang masih produktif, tetapi malas untuk bergerak dan akhirnya menimbulkan obesitas."Ternyata banyak yang dewasa-dewasa tuh, usia-usia ini nih, usia produktif, malas gerak dan terjadi obesitas. Itu dulu itunya tuh. Kami bertiga (Wamenkes Dante dan Wamenkes Benyamin) enggak ada yang kelihatan obesitas ya," ucap Budi saat ditemui di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Rabu .Kemudian, Budi menanggapi pertanyaan wartawan terkait bagaimana bila ada ASN Kemenkes yang perutnya masih terlihat "buncit".Baca juga: HKN ke-61, Menkes Klaim Program Quick Win Prabowo Sudah Tunjukan Hasil Signifikan"Nah, iya itu tuh. Makanya nanti sama Wamennya diajak lari, gitu kan. Wamennya kurus-kurus soalnya. Wamennya sekarang sudah cocok," kata Budi seraya tertawa.Budi lalu mengingatkan awak media untuk menjaga kesehatan karena kegemukan atau obesitas juga dapat menyebabkan penyakit diabetes dan hipertensi."Cek kesehatan gratis nomor satu. Kalau ada yang merah-merahnya atau kuning, makannya mesti dijaga, tidurnya mesti yang cukup. Enggak boleh malas gerak. Karena banyak obesitas, bisa darah tinggi, bisa gula darah," ucapnya.Pada momen Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Budi mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan.Baca juga: Menkes Sebut Indonesia Masih Kekurangan Dokter Gigi dan Dokter Spesialis"Itu adalah prioritas utama, memang kita harus mengobati orang yang sakit, tapi akan jauh lebih baik lagi kalau orang jangan sakit," jelasnya."Kalau sakit kan enggak produktif, enggak bisa kerja, biaya mahal, bayar obat, bayar rumah sakit," sambungnya.Menurut Budi, sangat gampang untuk hidup sehat.Dimulai dari makan yang diatur dan tidur yang cukup."Makannya diatur, tidurnya diatur, pikirannya positif terus, dan juga enggak boleh berhenti bergerak atau olahraga," kata dia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Hingga kini, tolok ukur tersebut baru mampu dicapai Ducati, yang mendominasi klasemen konstruktor dengan enam gelar juara beruntun.Honda tercatat sebagai pabrikan pertama yang naik level dalam sistem konsesi sejak skema A-B-C-D diberlakukan pada awal 2024.Honda berhasil melampaui ambang batas 35 persen poin, sehingga berhak bergabung dengan KTM dan Aprilia di kategori C.Baca juga: Cara Mengecas Motor Listrik yang Bikin Baterai AwetDengan perubahan itu, Yamaha kini menjadi satu-satunya pabrikan yang masih berada di kategori D.Dok. HRC Aleix Espargaro menjadi pebalap tes untuk Honda Racing Corporation (HRC)Kondisi tersebut membuat Yamaha tetap menikmati konsesi penuh, termasuk kebebasan pengembangan mesin serta tes privat bersama pebalap utama.“Ini soal di mana kami harus berada, kami harus ada di A. Jadi ini adalah langkah pertama yang logis yang harus kami lakukan,” kata Espargaro, dikutip dari Crash, Selasa .Kenaikan peringkat Honda tidak lepas dari performa solid pada akhir musim 2025.Pada seri penutup musim, Luca Marini finis di posisi ketujuh, hasil krusial yang dibutuhkan Honda untuk melampaui ambang batas poin konsesi.Baca juga: Persiapan Touring Libur Nataru: Ini Item yang Harus Dibawa BikerSelain Marini, performa positif juga ditunjukkan Joan Mir yang meraih beberapa podium, serta Johann Zarco yang berhasil memenangi satu balapan.AFP/LOIC VENANCE Pebalap LCR Honda, Johann Zarco, memacu motornya selama sesi latihan bebas di MotoGP Perancis 2025 di Sirkuit Le Mans pada 10 Mei 2025.Zarco pun menutup musim sebagai pebalap Honda terbaik di klasemen dunia, finis di posisi ke-12, unggul enam poin dari Marini.Espargaro turut menyoroti intensitas program pengujian yang dijalani Honda sepanjang musim. “Sungguh luar biasa seberapa banyak kami bekerja. Saya menjalani tes di Malaysia, lalu kembali ke Eropa, kemudian ke Aragon sebelum tampil wild card di Valencia. Ini menunjukkan besarnya komitmen Honda,” ujarnya.Terkait minimnya konsesi yang dimiliki Ducati, Espargaro membandingkannya dengan perkembangan motor Honda selama musim berjalan. “Dengan segunung material dan ratusan lap pengujian, perubahan motor dalam enam bulan terakhir sungguh luar biasa,” katanya. “Honda membawa banyak pembaruan untuk Joan dan Luca. Misalnya, kami memiliki tiga pembaruan mesin selama musim berjalan, dan mesin yang digunakan sekarang sangat cepat,” ucap Espargaro.Mulai seri pembuka MotoGP 2026, Honda akan bergabung dengan Ducati, KTM, dan Aprilia dalam aturan pembekuan mesin.Sementara itu, era baru MotoGP dengan mesin 850 cc dijadwalkan resmi dimulai pada 2027.

| 2026-01-12 07:55