Identitas 8 ABK yang Masih Hilang Usai KM Maulana Terbakar di Perairan Lampung

2026-01-12 13:54:30
Identitas 8 ABK yang Masih Hilang Usai KM Maulana Terbakar di Perairan Lampung
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Lampung melanjutkan operasi pencarian hari kedua terhadap 8 Anak Buah Kapal (ABK) KM Maulana 30 yang masih hilang pascakebakaran kapal di Perairan Selatan Belimbing, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Berdasarkan data Basarnas, delapan ABK yang hilang tersebut paling banyak berasal dari Pekalongan.Kepala Kantor SAR Lampung Deden Ridwansah menyampaikan pihaknya terus berupaya maksimal dengan tetap memperhatikan keselamatan seluruh personel di lapangan."Hasil pencarian hari ke 2 sampai sore ini masih nihil dan sempat dihentikan pada siang hari karena cuaca yang kurang mendukung, angin kencang 20 knots dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter sampai 3 meter. Meskipun cuaca menjadi kendala, seluruh unsur SAR tetap siaga dan pencarian akan dilanjutkan sesuai rencana," ujar Deden kepada wartawan, Minggu (21/12/2025).Ia berharap agar korban segera ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi selamat."Kami berharap doa restu dari seluruh masyarakat agar kami dapat segera menemukan 8 ABK dan mengevakuasi dalam keadaan selamat," ujar Deden.Sebelum operasi dimulai, tim SAR gabungan melakukan briefing dan koordinasi lintas sektor pagi tadi. Pencarian dilakukan berdasarkan Rencana Operasi SAR H2 serta perhitungan SAR Map Prediction untuk menentukan arah dan luas area pencarian yang paling memungkinkan.Pada hari kedua operasi pencarian, area pencarian mencapai radius 26,26 Nm atau sekitar 42,2 km. Untuk mengoptimalkan pencarian, area dibagi menjadi dua sektor, yakni SRU 1 menggunakan KN SAR 224 Basudewa dan SRU 2 menggunakan KM Maulana VII, dengan pola pencarian laut terstruktur.Selain penyisiran laut, unsur SAR gabungan juga melakukan pencarian di wilayah pesisir, termasuk penyisiran sepanjang pesisir Tambling dan perairan sekitar lokasi kejadian dengan menggunakan kapal hiu fiber milik Tambling Wildlife Nature Conservation.Namun, operasi sempat dihentikan sementara akibat cuaca buruk di lokasi pencarian. Setelah kondisi memungkinkan, pencarian kembali dilanjutkan pada siang hari.Hingga sore hari, hasil pencarian belum menemukan korban hilang. Operasi pencarian kemudian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan pada hari ketiga sesuai rencana operasi berikutnya.Operasi SAR melibatkan unsur Basarnas, Polairud Mabes Polri, Polairud Polda Lampung, TNI AL, serta unsur masyarakat dan relawan setempat. Berikut ini data identitas 8 ABK yang hilang dan dalam pencarian:1.⁠ ⁠M. Rifky Isna, 22 tahun, asal Pekalongan2.⁠ ⁠Fattahillah, 30 tahun, asal Pekalongan 3.⁠ ⁠Syaiful Parno Majid, 46 tahun, asal Pekalongan4.⁠ ⁠M. Yusron muttaqo, 33 tahun, asal Pekalongan5.⁠ ⁠Rasmat, 46 tahun, asal Pekalongan6.⁠ ⁠Agus Ramadlon, 47 Tahun, asal Pekalongan7.⁠ ⁠Mujahidn, 39 tahun, asal Pekalongan8.⁠ ⁠Syahrudin Dirwanto, 22 tahun, asal Depok


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-01-12 12:23