“Sudah Kesekian Kalinya!”, Anggota DPRD Batam Geram ke Wakil Ketua III

2026-01-13 12:12:23
“Sudah Kesekian Kalinya!”, Anggota DPRD Batam Geram ke Wakil Ketua III
BATAM, - Rapat Paripurna DPRD Kota Batam dengan agenda laporan dan pengambilan keputusan Rancangan APBD 2026 terpaksa ditunda setelah sejumlah anggota dewan mempertanyakan ketidakhadiran Wakil Ketua III DPRD Batam dari Fraksi Golkar, Hendra Asman.Rapat yang dimulai pukul 14.00 WIB, Rabu , dan dipimpin Ketua DPRD Batam Kamaludin, berlangsung singkat. Sejumlah anggota langsung meminta kesempatan bicara sebelum rapat ditutup sekitar pukul 14.20 WIB.“Ini sudah kesekian kalinya, Waka III kembali tidak nampak dan tidak hadir dalam agenda rapat penting. Dia juga tidak pernah hadir sebagai anggota DPRD Batam,” ujar Anggota Fraksi Gerindra, Anwar Anas, sebelum rapat ditutup.Baca juga: Investasi Tembus Rp 54,7 Triliun, BP Batam Perkuat Sinergi dengan Insan PersAnwar meminta agar Badan Kehormatan (BK) DPRD Batam memberikan tindakan tegas terhadap ketidakhadiran wakil ketua tersebut.“Kami dari Fraksi Gerindra mendesak agar Badan Kehormatan dapat memberi teguran atau tindakan tegas. Sebagai penjaga marwah DPRD, Ketua BK harus konsisten,” katanya.Desakan serupa disampaikan Anggota Fraksi NasDem, Jefri, yang meminta pimpinan DPRD segera menindaklanjuti permintaan para anggota. Ia juga menilai BK perlu lebih proaktif.“Apabila BK tidak mampu untuk memberikan teguran, maka kami juga mendesak agar Ketua BK dapat diganti apabila tidak proaktif. Kita punya hak dan kewajiban yang sama, apabila tidak mau diganti maka proaktiflah,” ujarnya.Menanggapi hal itu, Ketua BK DPRD Batam Muhammad Fadli mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan anggota DPRD yang disampaikan dalam rapat tersebut.Menurut Fadli yang berasal dari Fraksi PPP, Hendra Asman saat ini tengah menjalani perawatan kesehatan. “Ketua III sedang tidak sehat, tapi untuk melaksanakan fungsi dari laporan anggota DPRD perlu ada evaluasi, perlu ada satu diskusi mengenai hal ini. Oleh karena itu kami dari BK diminta untuk mencari solusi tenang masalah ini,” ucapnya.Fadli menambahkan, dirinya sempat bertemu dengan Hendra beberapa hari lalu dan memastikan yang bersangkutan masih menjalani pengobatan. “Beliau sedang masa pengobatan, kami telah melihat kondisi beliau. Beberapa hari lalu beliau juga datang dan masuk,” katanya.Namun Fadli mengakui pihaknya belum menerima surat pemberitahuan resmi atau rekam medis terkait kondisi kesehatan Hendra Asman.“Kami belum menerima surat atau rekam medis beliau. Namun semua ada aturan yang berlaku, tidak bisa serta-merta tanpa melalui fraksi terlebih dahulu,” ujar Fadli.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Pendekatan “heritage meets modern” tersebut akan menjadi salah satu strategi utama Bata ke depan. Bata, kata Panos, ingin menghidupkan identitas lama yang disukai generasi sebelumnya, tetapi dihadirkan dengan desain yang sesuai selera generasi baru.Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada retail experience. Laporan Tahunan 2024 menyebut bahwa seluruh toko Bata kini mengadopsi konsep modern-minimalis Red 2.0.Namun, bagi Panos, esensi modernisasi toko bukan sekadar tampil fashionable.“Bagi saya yang penting adalah membuat belanja lebih mudah dengan cara yang sangat sederhana,” ungkapnya. Ia membayangkan toko Bata sebagai ruang yang tidak berantakan, produk yang terkurasi jelas, dapat memandu konsumen tanpa membuat mereka bingung, serta menampilkan fokus utama pada produk.“Kami akan menaruh usaha lebih besar pada produk dan membimbing konsumen ke produk itu, product first,” katanya.Baca juga: Bukan Merek Lokal, Ini Sosok Pendiri Sepatu BataLaporan tahunan 2024 juga menunjukkan penguatan digital Bata secara signifikan, mulai dari integrasi pembayaran digital (Gopay, ShopeePay, OctoPay, Visa Contactless), kolaborasi dengan key opinion leader (KOL), serta penguatan Bata Club sebagai program loyalitas.Upaya itu sejalan dengan visi Panos untuk membawa Bata lebih dekat ke generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi ini berbelanja secara omnichannel dan peka terhadap brand yang punya nilai jelas.Panos menilai, generasi muda juga punya kepekaan terkait asal-usul produk. Menurutnya, konsumen masa kini memperhatikan bagaimana sepatu dibuat, mulai dari aspek keberlanjutan (sustainability), lokasi pembuatan produk, hingga siapa yang mengerjakannya.Bata Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah langkah keberlanjutan nyata, seperti optimalisasi konsumsi energi, efisiensi rantai pasok, penggunaan teknologi hemat energi, dan tata kelola material yang lebih baik.“Sustainability bukan sesuatu yang kamu pasarkan. Sustainability adalah sesuatu yang kamu jalani dan kamu wujudkan setiap hari,” tegasnya.Upaya modernisasi Bata, mulai dari kurasi produk, perbaikan toko, hingga penguatan kanal digital, pada akhirnya kembali pada satu tujuan, yakni menjawab kebutuhan konsumen Indonesia hari ini. Setelah melewati masa restrukturisasi, Bata ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi benar-benar berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan ekspektasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang.Di sinilah Panos melihat kekuatan besar yang dimiliki Bata selama puluhan tahun di Indonesia, yaitu hubungan emosional yang terbangun secara alami dengan konsumennya.Baca juga: Sepatu Bata, Sering Dikira Produk Lokal Ternyata Berasal dari Ceko“Konsumen Indonesia sangat loyal. Jauh lebih loyal jika dibandingkan banyak konsumen lain di dunia,” kata Panos.Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. “Kami harus relevan untuk konsumen hari ini, lebih terhubung dengan audiens muda, dan membawa mereka kembali masuk ke Bata,” tuturnya. Upaya untuk kembali relevan di mata konsumen tidak bisa berdiri sendiri. Menurut Panos, transformasi Bata hanya bisa berjalan jika dukungan internal juga kuat dan keyakinan dari orang-orang yang bekerja di baliknya.“Setelah Covid, keyakinan itu selalu turun. Padahal, kepercayaan internal itu sangat penting,” katanya.Maka dari itu, Panos ingin seluruh tim melihat arah baru Bata sebagai momentum untuk bangkit bersama.“Kami akan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di Indonesia,” katanya.Dengan fondasi internal yang diperkuat dan strategi baru yang mulai berjalan, Panos memandang masa depan Bata di Indonesia dengan keyakinan yang besar. Baginya, transformasi yang sedang dilakukan tidak hanya soal restrukturisasi, modernisasi produk, atau pembaruan toko, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan konsumen.“Saya berharap ketika datang lagi ke sini, saya bisa merasa bangga terhadap Bata. Bangga melihat Bata tersedia untuk konsumen yang lebih luas, melihat pelanggan datang ke Bata dan bisa merasakan mereka menyukainya,” harapnya.Baca juga: Sejarah Sepatu Bata, Merek Eropa yang Sering Dikira dari IndonesiaIa juga menginginkan pertumbuhan yang tidak hanya tecermin dalam penjualan atau jumlah toko, tetapi juga dalam cara masyarakat Indonesia memaknai kehadiran Bata setelah lebih dari 90 tahun berada di tengah mereka.“Saya ingin Bata berarti sesuatu bagi Indonesia serta berkata, ‘Saya tumbuh bersama Bata. Bata adalah perusahaan lokal sekaligus global dan Bata mengerti saya’,” katanya. Panos melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan rumah penting bagi perjalanan panjang Bata. Dengan arah baru, strategi yang lebih fokus, dan loyalitas konsumen yang kuat, ia yakin Bata akan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia untuk waktu yang lama.

| 2026-01-13 11:31