KOMPAS. com - Sepasang suami istri korban banjir dan longsor di Desa Bair, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), ditemukan meninggal dunia dalam kondisi berpelukan.Temuan itu menjadi salah satu momen paling memilukan di tengah upaya pencarian korban yang sudah memasuki hampir dua pekan pascabencana.Kedua korban diketahui bernama Normi Hutagalung (56) dan sang suami Marningot Silalahi (57).Mereka merupakan orang tua dari Fitriyawanti Silalahi (34), warga yang sejak awal bencana terus berada di lokasi pencarian.Baca juga: Banyak yang Masih Terisolasi di Tapanuli Tengah, Kapolres : Hanya Bisa Helikopter atau Lewat HutanRelawan medis Cakra Medika Jakarta, Abdul Latif, mengatakan bahwa tim menemukan tiga korban pada pencarian dua hari lalu, termasuk pasangan suami-istri tersebut."Sudah tiga korban ditemukan. Dua di antaranya sepasang suami istri yang ditemukan dalam keadaan berpelukan," ujarnya.Fitriyawanti meyakini bahwa kedua orang tuanya berusaha menyelamatkan diri bersama sebelum akhirnya terjebak longsor."Waktu angkat mamak, kelihatan ada kaki. Kita pikir itu bapak. Dan ternyata benar. Mungkin sebelumnya berpelukan karena goncangan segala macam jadi lepas," ujarnya.Ia menambahkan bahwa jarak kedua jasad tidak berjauhan, memperkuat dugaan bahwa keduanya berusaha bertahan bersama saat longsor menerjang.Baca juga: Desa Nauli Sitahuis, Tapanuli Tengah yang Terisolasi dan Dikepung 10 Titik LongsorFitri mengatakan ia sudah berada di lokasi pencarian selama tiga hari berturut-turut. Pada hari kedua, tim menemukan jenazah ibunya terlebih dahulu."Waktu dinyatakan sudah ketemu mamakku, ditelungkupin pakai sarung. Mungkin saat itu mereka berlindung atau kedinginan makanya pakai sarung," tutur Fitri.Tak berselang 15 menit kemudian, jasad sang ayah ditemukan tepat di dekat lokasi jasad ibunya.Fitri mengaku berlari dari gereja menuju lokasi pencarian saat diberi kabar mengenai warna baju korban yang cocok dengan milik ibunya."Baru kelihatan punggung saja aku sudah tanda itu mamak. Aku sebut juga waktu itu mamakku pakai baju warna orange, ternyata benar," katanya.Ia hanya diberi waktu sekitar 15 menit untuk melihat jasad ibunya sebelum langsung dibawa ke posko pengungsian.Baca juga: Sopir Angkot Tapanuli Utara Kecewa, Sudah Antre BBM 15 Jam tetapi Tak Bisa Isi Penuh
(prf/ega)
Hilang Hampir 2 Pekan, Suami Istri Korban Longsor di Tapanuli Tengah Ditemukan Tewas Berpelukan
2026-01-12 21:44:58
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 22:00
| 2026-01-12 21:33
| 2026-01-12 20:58
| 2026-01-12 20:09
| 2026-01-12 19:44










































