Gus Yahya Berkali-kali Coba Bertemu Rais Aam PBNU, Belum Ada yang Digubris

2026-01-11 03:24:22
Gus Yahya Berkali-kali Coba Bertemu Rais Aam PBNU, Belum Ada yang Digubris
JAKARTA, - Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengaku sudah beberapa kali mencoba berkomunikasi dan menemui Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar.“Ya, saya sudah (mengontak), saya nunggu eh apa... jawaban dari beliau. Saya sudah beberapa kali,” ujar Gus Yahya saat ditemui di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa .Yahya mengatakan, hingga saat ini, ia belum menerima jawaban dari pihak Rais Aam.Ia menyatakan, pertemuan keduanya menunggu jadwal yang telah disinggung sebelumnya.“Belum, masih belum (ada jawaban). Seperti yang diumumkan dalam rilis itulah, nanti menunggu jadwal gitu,” ujar Gus Yahya.Baca juga: Gus Yahya Sebut Rapat Pleno Pilih Pj Ketum PBNU Tidak SahDiketahui, polemik di internal PBNU mencuat usai beredar surat edaran yang menyatakan Gus Yahya diberhentikan untuk menindaklanjuti hasil rapat harian Syuriyah PBNU pada 20 November 2025.Surat edaran yang dibuat 25 November 2025 itu menyatakan Gus Yahya tak lagi menjabat Ketum PBNU sejak 26 November 2025 dan diminta melepas segala atributnya sebagai Ketua Umum.Selain menyatakan Gus Yahya diberhentikan, surat itu juga menyebut Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar akan mengambil tampuk kepemimpinan sementara di PBNU.Baca juga: Rais Aam Klaim PBNU Akan Segera Gelar MuktamarPBNU pun diklaim akan menggelar rapat pleno pada 9 Desember 2025 untuk menetapkan Pj Ketua Umum (Ketum) yang baru.Rapat pleno bakal dihadiri secara lengkap oleh unsur kepengurusan PBNU, yakni Mustasyar, A’wan, Syuriyah, Tanfidziyah, serta seluruh pimpinan lembaga dan badan otonom (Banom) PBNU."Insya Allah. Salah satu agendanya adalah penetapan Pj Ketum PBNU," ujar Ketua PBNU Moh Mukri, dalam keterangannya, Jumat .Baca juga: Gus Yahya Sebut PJ Ketum PBNU Hasil Rapat Pleno Malam Ini Tidak Sah Secara terpisah, Gus Yahya menegaskan bahwa posisinya hingga kini masih menjabat sebagai Ketua Umum PBNU.Dia menegaskan, hasil Muktamar ke-34 pada 2021 yang menetapkan dirinya sebagai Ketua Umum PBNU tidak dapat diubah kecuali melalui Muktamar selanjutnya."Posisi saya sebagai Ketua Umum Tanfidziyah Pengurus Besar NU dan Mandataris Muktamar ke-34 tahun 2021 di Lampung tetap tidak dapat diubah kecuali melalui Muktamar. Ini sangat jelas dan tanpa tafsir ganda di dalam sistem konstitusi dan regulasi NU, baik AD/ART maupun aturan-aturan lainnya," kata Gus Yahya, di kantor PBNU, Jakarta, 3 Desember lalu.


(prf/ega)