Transaksi Judol Menurun 57%, Komisi I DPR: Bukti Sinergi Komdigi-PPATK-Aparat

2026-01-16 19:20:19
Transaksi Judol Menurun 57%, Komisi I DPR: Bukti Sinergi Komdigi-PPATK-Aparat
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyoroti penurunan transaksi judi online sepanjang 2025. Ia mengapresiasi langkah kolaboratif antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi), Aparat Penegak Hukum (APH), serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam menekan aktivitas ilegal tersebut."Dalam lanskap digital yang semakin kompleks, saya mengapresiasi setinggi-tingginya kolaborasi antara Kemenkomdigi, APH, dan PPATK yang telah menunjukkan langkah tegas dan terukur dalam menekan praktik judi online. Penurunan transaksi hingga 57 persen bukan hanya capaian statistik, tetapi bukti nyata bahwa sinergi antar-lembaga mampu menjaga integritas ruang siber nasional secara efektif dan berkelanjutan," ujar Dave dalam keterangannya, Minggu .Ia menilai capaian ini merupakan bukti bahwa pendekatan lintas sektor yang berbasis data dan penegakan hukum menghasilkan dampak nyata. Dave menyoroti langkah Kemenkomdigi yang menutup lebih dari 2,45 juta situs dan konten terkait judi online dalam kurun Oktober 2024–November 2025."Ini bukan sekadar angka, tapi cerminan dari ketegasan negara dalam melindungi masyarakat dari dampak destruktif judi online," ujar Dave.Ia juga menekankan pentingnya peran PPATK dalam memetakan aliran dana dan mengidentifikasi pola transaksi mencurigakan yang menjadi pintu masuk bagi penegakan hukum. Legislator Golkar ini menilai peran dari PPATK strategis."Tanpa analisis keuangan yang presisi, penindakan akan kehilangan arah. Di sinilah PPATK memainkan peran strategis," tambahnya.Dave menilai bahwa sinergi antara Kemenkomdigi, PPATK, dan APH merupakan model kolaborasi yang patut dijadikan acuan dalam penanganan kejahatan siber lainnya. Ia mendorong agar pendekatan ini diperkuat dengan regulasi yang adaptif dan sistem pengawasan yang lebih terintegrasi."Keberhasilan ini harus menjadi momentum untuk membangun ekosistem digital yang sehat, aman, dan berdaya saing. Kita tidak boleh lengah, karena pelaku kejahatan digital terus berinovasi. Negara pun harus lebih cepat dan lebih cerdas," imbuhnya.Simak juga Video 'Penerima Bansos Main Judol Diberi Kesempatan Kedua, Jika...':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-16 18:10