Shell Sebut Pembahasan Pasokan BBM dari Pertamina Masuk Tahap Akhir

2026-01-12 07:45:57
Shell Sebut Pembahasan Pasokan BBM dari Pertamina Masuk Tahap Akhir
JAKARTA, - Shell Indonesia buka suara soal kabar pembelian base fuel atau bahan bakar minyak (BBM) murni dari Pertamina Patra Niaga. President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian mengakui, bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan business to business (B2B) untuk memasok BBM dari Pertamina. Saat ini prosesnya pun sudah memasuki tahap akhir. "Shell Indonesia ingin menginformasikan bahwa saat ini pembahasan B2B terkait pasokan impor base fuel dari Pertamina Patra Niaga memasuki tahap akhir," ujar Ingrid kepada Kompas.com, Selasa .Baca juga: Wamen ESDM: Shell Sepakat Beli 100.000 Barrel BBM Pertamina/YOHANA ARTHA ULY Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung saat ditemui di Sheraton Gandaria City, Jakarta, Selasa . Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengungkapkan, Shell telah sepakat membeli base fuel dari Pertamina sebanyak 100.000 barrel. Menurutnya, kedua perusahaan juga telah sepakat untuk melakukan penyerahan BBM tersebut pada 24 atau 25 November 2025. "Kurang lebih 100.000 barrel ya. Ini direncanakan, tanggal 24 atau 25 ini sudah sampai di tempat titik serah yang disepakati antara Pertamina dengan Shell," ungkap Yuliot saat ditemui di Sheraton Gandaria City, Jakarta, Selasa . Terpisah, Dirjen Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman juga sempat mengatakan bahwa pasokan BBM untuk Shell akan kembali tersedia dalam waktu dekat. Bahkan, diperkirakan SPBU Shell sudah bisa melayani pembelian BBM pada akhir November ini.Baca juga: Bocoran ESDM: BBM SPBU Shell Kembali Tersedia Akhir November 2025 "Harusnya, kalau dari info yang ada, akhir bulan ini (BBM SPBU Shell tersedia lagi)," ujarnya saat ditemui di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin . Sekedar informasi, stok BBM pada SPBU swasta memang mengalami gangguan sejak akhir Agustus 2025, setelah kuota impor para badan usaha tersebut habis.


(prf/ega)