SUMBAWA, - Sanadia (49), seorang warga yang sedang sakit di wilayah sulit akses Dusun Matemega, Desa Marente, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, NTB, terpaksa ditandu dengan berjalan kaki untuk bisa pulang ke kampung halaman pada Kamis .Sebab, akses jalan menuju Matemega buruk. Kondisi tersebut diperparah dengan tanah licin berbatu serta harus menyeberangi sungai saat musim penghujan.Hujan tanpa henti di wilayah yang masuk zona hutan lindung itu membuat warga semakin kesulitan dan harus banyak istirahat.Pihak keluarga dan warga menggotong tandu dengan berjalan kaki selama 5 jam, dari Desa Marente pukul 07.45 Wita hingga tiba di Dusun Matemega pukul 12.00 Wita.“Iya, warga kami ibu Sanadia ditandu pulang menuju Matemega karena kondisi sakit radang hati. Beliau baru selesai berobat di RSUD Sumbawa,” kata Kepala Desa Marente, Khaeruddin, saat dikonfirmasi pada Kamis.Baca juga: Warganya ditandu Saat Sakit karena Rumah Terisolasi, Bupati Gunungkidul Akan Lihat Status JalanWarga membuat tandu darurat dari kain dan bambu karena akses jalan yang rusak serta sulit dilalui kendaraan roda empat, dengan panjang lintasan sejauh 11 kilometer.“Kami sudah berusaha menyuarakan ini ke pemerintah daerah Kabupaten Sumbawa dan Provinsi NTB, maupun DPRD agar akses jalan bisa diperbaiki. Tapi terkendala karena efisiensi anggaran dari pemerintah pusat,” ucap Khaeruddin.Dusun Matemega, Desa Marente, Kecamatan Alas yang seolah terisolasi ini membuat warga setempat merasa kesulitan untuk mendapatkan akses kendaraan.Video warga menandu Sanadia yang sedang sakit ini ramai di media sosial Facebook dan TikTok.Video tersebut menuai banyak komentar dan dibagikan oleh netizen Sumbawa.Baca juga: Warga Sakit di Kebumen Harus Ditandu Akibat Jalan Rusak, Begini Respons Dinas PUPRSalah satu warga yang sedang menandu sembari berjalan kaki meminta pemerintah mencari jalan agar akses menuju dusun tersebut bisa segera diperbaiki.Hal itu karena warga sudah menanti selama puluhan tahun, tetapi akses jalan tak kunjung diperbaiki.“Tolong kami Bapak Prabowo, Gubernur dan Bupati serta dinas terkait, kami sudah lama menderita dengan akses jalan yang buruk ini,” kata warga, Ahmad.Proses menandu sejauh 11 kilometer itu tidak hanya mencerminkan semangat gotong-royong yang tinggi, tetapi juga solidaritas yang tiada tara di tengah kesulitan.Ahmad mengatakan bahwa kekuatan kebersamaan, semangat gotong-royong, dan rasa empati kepada sesama menjadi landasan utama dalam aksi heroik ini.“Momen ini menjadi bukti bahwa dalam setiap kesulitan, rasa peduli dan solidaritas dapat menyatukan hati dan menggerakkan aksi nyata untuk membantu sesama,” ujarnya.
(prf/ega)
Jalan Kaki Tandu Orang Sakit Selama 5 Jam, Warga Sumbawa: Tolong Kami Pak Prabowo, Kami Menderita
2026-01-11 03:53:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:55
| 2026-01-11 03:09
| 2026-01-11 03:08
| 2026-01-11 02:27
| 2026-01-11 02:10










































