- Salah satu yang paling diperhatikan dalam menyiapkan rangkaian perayaan Natal adalah makanan, mulai dari merencanakan apa yang akan dihidangkan sampai proses memasaknya.Sebab, makanan tidak hanya disantap oleh keluarga inti, tetapi juga sanak saudara dan para kerabat yang bakal berkunjung untuk turut memeriahkan Hari Raya Natal.Saat menyiapkan makanan, mungkin ada beberapa pertanyaan yang muncul di benakmu:Baca juga: 5 Tradisi Perayaan Natal yang Aneh di DuniaUnsplash Ilustrasi hidangan Natal.Seorang profesor dalam program studi psikologi di Western Washington University, Ira Hyman, PhD, menceritakan tentang bagaimana ia dan keluarganya membentuk sebuah tradisi makanan.Baca juga: Contek, 10 Aktivitas Seru untuk Merayakan Natal“Tradisi ini menggabungkan makanan yang disukai oleh saya dan istri ketika kami masih muda. Kami juga menciptakan beberapa tradisi liburan sendiri dengan menemukan makanan-makanan baru untuk disantap dan dinikmati sepanjang musim liburan,” tulis dia dalam Psychology Today, Kamis .Saat makan bersama, anggota keluarga yang terlibat akan bersama-sama mengenang momen tersebut, dan mengingat saat-saat mereka pernah menikmati makanan ini sebelumnya.Para anggota keluarga juga akan mengingat hidangan yang sempurna sambil sesekali menertawakan kegagalan dalam proses memasaknya.Sering kali, aroma dan rasa membangkitkan kenangan tertentu, serta mengingatkanmu akan periode waktu tertentu.Unsplash Ilustrasi hidangan Natal.“Banyak aspek berbeda dari pengalaman saat ini, dapat memunculkan kenangan. Musik efektif dalam memunculkan kenangan, begitu pula dengan mengunjungi rumah lama,” tutur Hyman.Baca juga: Mengapa Natal Identik dengan Warna Merah dan Hijau?Namun, aroma dan rasa sangatlah kuat, seperti yang tertera dalam novel “In Search of Lost Time” karya penulis asal Perancis bernama Marcel Proust.“Ia menulis tentang bagaimana rasa kue Petite Madeleine yang dicelupkan ke dalam teh mengingatkannya pada waktu yang ia habiskan bersama bibinya ketika masih kecil,” ungkap Hyman.Penelitian psikologis terkini juga mendokumentasikan bahwa aroma merupakan isyarat yang sangat efektif untuk ingatan. Namun, mengapa aroma dan rasa begitu efektif?Hyman menerangkan, ini berkaitan dengan bagaimana seseorang membangun ingatan.Suatu peristiwa memiliki banyak komponen, mulai dari aroma dan rasa, suara dan indra, serta lokasi dan pengalaman visual.SHUTTERSTOCK Ilustrasi
(prf/ega)
Mengapa Kita Bernostalgia Saat Menyantap Hidangan Natal? Psikolog Ungkap Sebabnya
2026-01-12 04:02:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:54
| 2026-01-12 02:38
| 2026-01-12 02:02










































