Pulau Jawa Jadi Destinasi Favorit Wisatawan di Libur Natal-Tahun Baru 2026

2026-01-15 00:02:56
Pulau Jawa Jadi Destinasi Favorit Wisatawan di Libur Natal-Tahun Baru 2026
— Pulau Jawa kembali menjadi destinasi wisata favorit wisatawan domestik pada momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).Fenomena ini mencerminkan menguatnya tren wisata mikro, yakni perjalanan jarak dekat yang lebih fleksibel, praktis, dan efisien.Dilansir dari Antara News, berdasarkan data dan pemantauan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang mencatat bahwa destinasi di Pulau Jawa menjadi pilihan utama wisatawan selama libur akhir tahun.Dalam laporan Antara News, Kemenpar menyebutkan bahwa sejumlah wilayah di Jawa seperti Bogor, Bandung, Yogyakarta, Malang, hingga Tegal menunjukkan peningkatan minat kunjungan selama periode libur Tahun Baru.Tren ini didorong oleh wisatawan yang ingin memanfaatkan waktu libur singkat tanpa harus melakukan perjalanan jauh.Baca juga: Liburan 2 Hari 1 Malam di Bali, Contek Rekomendasi Itinerary IniMenurut Kemenpar, salah satu faktor utama yang membuat Jawa unggul adalah kemudahan akses transportasi darat.Jaringan jalan tol, kereta api antarkota, hingga transportasi umum yang relatif terintegrasi membuat perjalanan ke berbagai kota di Jawa dapat ditempuh dalam hitungan jam.Kondisi ini dinilai lebih mendukung konsep wisata mikro, di mana wisatawan bisa berangkat tanpa perencanaan kompleks dan tidak terlalu bergantung pada jadwal penerbangan.Meski Bali masih termasuk destinasi favorit nasional, dilansir dari Antara News, Kemenpar mencatat bahwa pada libur Nataru kali ini Bali tidak menjadi pilihan utama bagi sebagian wisatawan domestik.Perjalanan ke Bali umumnya memerlukan penerbangan atau kombinasi perjalanan darat dan penyeberangan laut, yang bagi sebagian keluarga dianggap lebih memakan waktu, tenaga, dan biaya, terutama saat musim liburan dengan lonjakan harga tiket.Baca juga: Jawa Barat Jadi Destinasi Wisata Terfavorit, Lampaui Provinsi LainDestinasi di Pulau Jawa menawarkan kombinasi wisata yang beragam dalam jarak relatif dekat.Dikutip dari Antara News, Kemenpar menyebut wisatawan dapat menikmati wisata alam, budaya, rekreasi keluarga, hingga wisata kuliner tanpa harus berpindah pulau.Kota-kota seperti Bogor dan Bandung menjadi pilihan untuk perjalanan singkat dari Jakarta, sementara Yogyakarta dan Malang tetap diminati karena menawarkan paket lengkap wisata budaya, edukasi, dan kuliner yang ramah keluarga.Tren wisata mikro ini menunjukkan perubahan preferensi wisatawan domestik yang kini lebih mempertimbangkan efisiensi perjalanan, fleksibilitas waktu, dan kenyamanan, terutama bagi keluarga dengan anak-anak.Kemenpar menilai Pulau Jawa mampu menjawab kebutuhan tersebut karena memiliki infrastruktur pendukung, pilihan destinasi yang beragam, serta kemudahan akses yang relatif merata.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-15 00:42